Menteri LH Resmikan Sekretariat ACC THPC di Jakarta, Perkuat Komando Asap ASEAN

Denny Susanto
23/4/2026 19:14
Menteri LH Resmikan Sekretariat ACC THPC di Jakarta, Perkuat Komando Asap ASEAN
Menteri LH saat meresmikan Komando Polusi Asap Lintas Batas di Jakarta.(Dok. KLH)

MENTERI Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, secara resmi meresmikan Kantor Sekretariat ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC). Kantor pusat koordinasi ini berlokasi di Gedung KLH/BPLH, Jl. DI Panjaitan Kav 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Peresmian ini menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia dalam memperkuat kolaborasi regional di Asia Tenggara. Kehadiran ACC THPC bertujuan untuk mengatasi polusi asap lintas batas secara lebih terkoordinasi, cepat, dan efektif melalui satu komando regional.

Menteri Hanif menegaskan bahwa sekretariat ini bukan sekadar simbol kelembagaan, melainkan wujud nyata komitmen Indonesia sebagai tuan rumah dalam mempercepat operasionalisasi pusat koordinasi kawasan.

“Ini adalah simbol tekad kolektif negara-negara ASEAN untuk mewujudkan kawasan bebas asap melalui kerja sama yang lebih solid dan respons yang lebih cepat,” tegas Hanif dalam sambutannya, Kamis (23/4).

Pusat Komando Pengendalian Karhutla Regional

ACC THPC dibentuk di bawah kerangka ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP). Lembaga ini dirancang sebagai pusat komando regional untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya sering kali melintasi batas negara.

Melalui pusat komando ini, negara-negara anggota ASEAN akan memperkuat koordinasi, mulai dari pertukaran informasi intelijen terkait titik api hingga mobilisasi bantuan darurat saat terjadi kebakaran besar.

Kehadiran Sekretariat ACC THPC di Jakarta diharapkan mampu mengintegrasikan sistem data dan respons cepat antara lembaga nasional Indonesia—seperti BNPB, KLH/BPLH, dan Kementerian Kehutanan—dengan mitra di negara anggota ASEAN lainnya. Integrasi ini krusial untuk memastikan penanganan karhutla dilakukan dengan pendekatan yang sinkron.

Sebagai negara dengan kawasan hutan tropis terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kebakaran hutan. Langkah ini ditempuh melalui penguatan aspek pencegahan, pemadaman yang responsif, penegakan hukum yang tegas, serta restorasi ekosistem yang berkelanjutan.

Dengan beroperasinya ACC THPC, diharapkan visi ASEAN untuk mencapai kawasan bebas asap (Haze-Free ASEAN) dapat segera terwujud melalui sinergi lintas negara yang lebih kuat. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya