Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG yang tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Samanta Elsener M.Psi menekankan pentingnya menumbuhkan kemampuan anak dalam mengendalikan diri agar terhindar dari kebiasaan bermain gawai secara berlebihan.
Samanta mengatakan, meski waktu ideal bermain gawai untuk kebutuhan hiburan maksimal dua jam per hari, kenyataannya banyak anak dan remaja tetap mencari celah untuk menggunakan gawai di luar pengawasan orangtua.
"Kalau kita bicara ideal (waktu bermain gawai) maksimal dua jam tapi kita tahu anak-anak dan remaja itu suka colongan. Jadi sudah sangat kreatif, bisa sambil curi waktu di sekolah, saat lagi mandi, dan lain-lain ketika tidak dalam pengawasan orangtua," kata Samanta, dikutip Selasa (25/11).
Samanta menjelaskan bahwa kunci pengendalian penggunaan gawai bukan hanya pada aturan waktu, tetapi pada kemampuan anak mengembangkan kontrol diri.
Menurutnya, kontrol diri tersebut terbentuk ketika orangtua aktif berdialog dengan anak untuk mengingatkan batas waktu bermain gawai.
"Jadi sebetulnya balik lagi bagaimana kita bisa mengajarkan mereka kontrol diri dari kita ngobrol sama mereka. Ketika kita ngobrol sama mereka, mereka punya pemahaman, dan akhirnya itu menjadi kontrol diri mereka kalau waktunya (bermain gawai) 2 jam ya udah 2 jam," ujarnya.
Untuk melindungi anak dari dampak negatif paparan gawai, Samanta mendorong orangtua memperkuat literasi digital, termasuk memahami cara kerja algoritma konten dalam platform digital.
Dia memberi contoh bahwa ketika seseorang menonton satu video hingga selesai, platform akan terus menampilkan konten serupa. Karena itu, orangtua perlu tahu cara mengatur algoritma agar dapat mengarahkan anak pada konten yang lebih aman dan sesuai usianya.
Samanta juga mendukung pemberlakuan aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur yang sudah diterapkan di Indonesia
Dia menilai, kebijakan tersebut penting untuk melindungi remaja dari paparan konten negatif yang berpotensi mempengaruhi perilaku maupun keselamatan mereka.
Samanta juga menekankan bahwa pada tahap awal masa remaja, hormon dan otak sedang mengalami perkembangan pesat, sehingga mereka sangat rentan terhadap pengaruh konten digital.
"Kita tidak mau anak-anak remaja ini semakin terpapar konten-konten negatif yang bisa membahayakan mereka dan teman-teman mereka," tegasnya. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Roblox resmi membuka Teen Council Asia 2026. Remaja Indonesia usia 14-17 tahun diajak berkontribusi dalam keamanan digital. Simak syarat dan cara daftar.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Roblox ajak remaja Indonesia usia 14-17 tahun gabung Teen Council Asia. Simak syarat, jadwal pendaftaran, dan misi keamanan digital di sini.
PkM melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SIJB untuk pencegahan dan penanganan segera bagi siswa yang menunjukkan adanya permasalahan.
Guru Besar FKUI Prof. Agus Dwi Susanto menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penggunaan vape pada remaja di tengah masifnya promosi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved