Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR-RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR-RI Hidayat Nur Wahid beranggapan bahwa pilihan calon jemaah haji mau membayar mahal untuk visa furoda disebabkan antrean haji yang sangat panjang. Karena itu, katanya, Komisi VIII termasuk Fraksi PKS ingin membuat beberapa terobosan.
"Pertama, kami mencoba berkomunikasi dengan beberapa negara yang kuota hajinya tidak terpakai agar bisa dipakai oleh Indonesia. Kita sudah menyampaikan ke Kazakhstan dan secara prinsip mereka memahami dan bisa menerima itu kalau Saudi juga setuju. Tapi ini perlu tindak lanjut," katanya saat dihubungi, Senin (2/6).
Ia menyebut bahwa sejak lama kuota haji masih satu banding seribu. Artinya satu dari setiap seribu orang penduduk muslim suatu negara, berhak mendapatkan kursi jemaah haji.
Padahal saat ini kondisi di Arab Saudi sudah sangat berubah dan banyak perluasan. Misalnya tempat tawaf, sa'i, lempar jumroh, sudah bertingkat. Dulu ketika ditentukan satu banding seribu, katanya, jumlah calon jemaah juga belum sebanyak sekarang.
"Sehingga kami mengusulkan agar pemerintah Indonesia melalui Kemenag atau melalui yang berkewenangan untuk mengusulkan pada Saudi agar mengubah kuota itu bukan lagi satu banding seribu, tapi dua banding seribu. Bila dua banding seribu maka nanti visanya juga akan dua kali lebih pada dari sekarang," ungkapnya.
"Bila visa kuota dua kali lebih pada dari sekarang maka tidak perlu lagi ada kekhawatiran terkait dengan tidak keluar visa, dan kemudian bayar mahal, dan kemudian bermasalah dengan furoda dan sebagainya," imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar melalui OKI pemerintah juga mengusulkan agar dimungkinkan kerja sama antarnegara untuk memaksimalkan kuota yang tidak terpakai.
"Seperti tadi misalnya Kazakhstan tidak terpakai, kuotanya lebih dari 5 ribu. Banyak negara yang lain pasti juga demikian," kata Hidayat.
Ia yakin Saudi akan menerima karena mereka memerlukan sesuai visi 2030 yang menargetkan jumlah haji sampai 5 juta. Sementara sekarang baru sekitar 2,5 juta-3 juta jemaah.
"Kalau itu diizinkan, dan saya yakin Saudi setuju, maka permasalahan furoda, daftar tunggu yang panjang, mahalnya haji dengan furoda sampai ada yang sekian ratus juta, 500 juta, itu semuanya akan bisa terkoreksi," pungkasnya. (Ifa/M-3)
KETUA Komnas Haji, Mustolih Siradj, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran haji non-kuota, khususnya visa Haji Furoda.
“Kalau kemarin jadi berangkat (haji) enggak bakal berkurban. Tapi karena batal pergi, kita beli sapi saja deh,”
Dahnil menuturkan penggunaan visa non-kuota seperti Furoda atau Mujamalah rawan pembatalan karena sifatnya situasional.
Meskipun ada kejadian tidak terbitnya visa furoda di tahun ini, minat masyarakat untuk mendaftarkan diri dalam haji furoda disebut masih tetap ada.
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap memiliki tanggung jawab untuk melindungi calon jemaah haji furoda.
DAFTAR tunggu calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat kini mencapai hingga 26 tahun untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
AMPHURI menilai wacana war ticket haji belum matang dan berisiko mengganggu keadilan, memicu gejolak sosial, serta menuntut revisi aturan.
Gagasan war tiket haji merupakan sebuah bentuk ijtihad kebijakan yang sah. Dalam konteks pengelolaan haji yang kompleks, ruang inovasi memang diperlukan.
Selain itu, kuota itu bisa dijadikan pilot project dan dikelola secara transparan serta akuntabel.
Sementara BPKH baru efektif beroperasi pada 2017, berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina ingatkan pemerintah agar wacana 'war tiket' haji tidak mengabaikan prinsip keadilan bagi 5 juta jemaah dalam daftar tunggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved