Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERATURAN Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) yang baru diteken oleh Presiden RI Prabowo Subianto dituntut agar tidak hanya menjadi tulisan atau sekedar semangat.
"PP Tunas merupakan langkah maju. Tapi, PP hanyalah sekadar tulisan dan semangat di atas kertas, bilamana tidak dijalankan, pengawasan juga tidak dilakukan dan tidak ada penindakan, apabila jika terjadi pelanggaran harus ditegakkan aturan yang sudah dibuat," kata Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi saat dihubungi, kemarin.
Heru menyebut paling sulit dari memberikan perlindungan di ruang digital anak adalah penindakan. Ia mencontohkan pada platform X banyak mengumbar pornografi termasuk anak. Maka perlu ada penindakannya.
Sebelumnya, Kominfo pernah mengancam memblokir platform X tersebut yang ternyata hanya gertakan. Menurutnya selama ini penindakan agak kendor jika menyangkut aplikasi asing.
SIAPKAN PERMEN
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan peraturan menteri sebagai aturan teknis pelaksanaan PP Tunas.
“Kami mendorong sinergi lintas kementerian, Kemendikdasmen, KemenPPPA, Kemendagri, BKKBN, dan Kemenag, untuk menyusun regulasi turunan yang mendukung pelindungan anak di dunia digital secara menyeluruh,” kata Meutya dalam keterangannya, baru-baru ini.
Namun Meutya juga menyadari bahwa pelindungan anak tidak cukup hanya dengan regulasi. Keluarga, katanya, harus menjadi pelindung pertama. Di samping memperketat usia penggunaan medsos, kegiatan fisik dan sosial bagi anak-anak melalui pendidikan formal dan ekstrakurikuler perlu diperbanyak.
PENYESUAIAN DUA TAHUN
Kemkomdigi pun menyampaikan bahwa implementasi PP Tunas dilakukan secara bertahap dengan masa penyesuaian selama dua tahun. Direktur Jenderal (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya menyebut pihaknya terus mengawal penerapan fitur-fitur yang aman bagi anak di platform digital oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
Fifi mengapresiasi langkah sejumlah PSE yang telah memblokir fitur berisiko bagi anak, seperti <i>live streaming<p>, dan pembuatan akun tanpa verifikasi usia. "Kolaborasi antara pemerintah, PSE, dan masyarakat sangat krusial untuk memastikan implementasi PP Tunas berjalan optimal," kata Fifi.
TANGGUNGJAWAB SEMUA
Pelindungan anak di dunia digital juga menjadi tanggung jawab semua pihak, dari orangtua, masyarakat, aplikator, pemerintah, dan penegak hukum.
"Masing-masing memiliki peran untuk bagaimana anak terlindungi di ruang digital. Pemerintah sebagai regulator memiliki tugas mengatur, mengawasi dan mengendalikan, kemudian aplikator membatasi apa yang bisa diakses anak dan menjaga anak secara aman di ruang digital mereka," jelas Heru.
Sementara itu, masyarakat sama-sama menjaga anak dari misal memantau warnet sebagai tempat petak umpet anak, sama-sama mengawasi anak dan konten di ruang digital. Orangtua perlu memastikan anak mengakses apakah sesuai dengan umur anak, mendampingi apa yang diakses anak serta memastikan anak tidak dieksploitasi di ruang digital.
"Semoga, kondisi ini bisa berubah setelah ada PP Tunas. sekali lagi, masyarakat menanti penindakan. Kerja sama dengan aparat penegak hukum harus digencarkan. Bahkan, juga harus dikerjasamakan dengan Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial," ungkapnya. (Ifa/H-1)
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Guru daycare diharapkan memiliki kompetensi pemenuhan kesehatan anak, termasuk apabila terjadi kecelakaan seperti tersedak, tersetrum, dan sebagainya.
Wihaji menekankan bahwa setiap daycare yang masuk dalam binaan pemerintah harus melalui proses seleksi ketat.
Plan Indonesia PIA Nagekeo gelar pelatihan penguatan perlindungan anak & perempuan guna implementasi Permendikdasmen No 6/2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KPAI menilai kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta berlangsung sistematis dan masif. Desak penyelidikan hingga ke pemilik yayasan.
Anak-anak mengikuti kegiatan belajar menari di Sanggar Merti Desa, Desa Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
KPAI menyoroti risiko radikalisme anak di media sosial. Simak peran PP Tunas dan pentingnya pengawasan orang tua dalam melindungi anak di ruang digital.
Kegiatan literasi gratis yang rutin digelar setiap hari Minggu tersebut bertujuan memudahkan anak mengakses beragam bahan bacaan secara inklusif.
Pembatasan akses mandiri ini akan memaksa teknologi kembali ke fungsinya yang semula, yaitu sebagai alat bantu literasi dan riset, bukan sekadar hiburan tanpa henti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved