Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengusulkan agar operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi operasi yang dilakukan rutin. Hal itu mengingat adanya perubahan iklim semakin membuat kondisi cuaca ekstrem dan tak menentu. Adanya OMC, menurut Dwikorita dapat mengurangi kerugian akibat dampak cuaca saat ini.
“Sebelum dampak perubahan iklim semakin intensif, modifikasi cuaca ini merupakan kegiatan yang sifatnya insidental, kalau diprediksi akan ada bencana, baru dilakukan, dan tidak sering,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam agenda rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Selasa (27/8).
Menurut dia, OMC dapat mengurangi dampak dari cuaca ekstrem, seperti kebakaran hutan dan lahan. Hal itu terbukti dari total kerugian yang tercatat pada masa el nino 2015, 2019 dan 2023. Dituturkan Dwikorita, pada 2015, belum ada OMC yang dilakukan intensif untuk pencegahan karhutla, dan hasilnya kerugian akibat karhutla di tahun itu mencapai kurang lebih Rp200 triliun. “Di kala itu belum ada OMC seintensif mulai 2023. Jadi OMC dilakukan untuk membasahi lahan gambut yang biasanya terjadi karhutla,” imbuh dia.
Baca juga : Kepala BMKG: Pengamatan Sistematis Dukung Analisis dan Prediksi Iklim
Selanjutnya, pada tahun 2019, kembali terjadi el nino moderat. Saat itu, OMC telah dilakukan, untuk mengantisipasi moderat, namun belum secara permanen. Dengan meningkatnya OMC, kerugian akibat karhutla pun turun menjadi sekitar Rp70 triliun.
“Dan pada 2023, kita dahului OMC karena sudah memprediksi ke depan. Biaya untuk OMC sekitar ratusan miliar untuk enam bulan, dan kerugian karhutla di tahun itu juga sangat minim, tidak sampai triliunan,” kata dia.
Fenomena anomali iklim seperti el nino dan la nina, kata Dwikorita, hendaknya disikapi dengan langkah antisipasi seperti OMC agar tidak menimbulkan kerugian yang besar kelak. “Sehingga OMC ini dirasa tiak bisa insidental, jadi harus merupakan program permanen dan operasional rutin. Kebutuhan itu memang sangat urgent, karena fenomena perubahan iklim dan dampaknya, seperti karhutla, banjir, longsor, kekeringan. Itu juga menjadi solusi penghematan uang negara, karena bila tidak dicegah kerugiannya akan sangat besar,” pungkas dia. (H-2)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.
KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
KABUPATEN Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan siaga bencana dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi puncaknya terjadi pada pertengahan 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved