Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengungkapkan bahwa setiap tahunnya, anak perempuan paling sering menjadi korban kekerasan baik secara fisik maupun seksual, daring ataupun luring.
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak perempuan jauh lebih banyak dibandingkan anak laki-laki, hal itu disebabkan lantaran anak perempuan jauh lebih rentan dan sulit melawan saat kekerasan terjadi.
“Dari data SIMPONI PPPA angka pelaporan kekerasan anak angkanya meningkat. Misalnya dari tahun 2019 sampai pertengah 2024 ini, laporan kekerasan pada anak mayoritas terjadi pada anak perempuan, mereka sering menjadi korban dari anak laki-laki,” jelasnya kepada Media Indonesia pada Jum’at (12/7).
Baca juga : Pentingnya Intervensi Dana Desa untuk Turunkan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Data laporan PPPA terkait kasus kekerasan pada anak sampai dengan Juli 2024 ini, kasus kekerasan mencapai 12.541 kasus dengan rincian 2.691 korban anak laki-laki dan 10.894 korban anak perempuan. PPPA memprediksi angka laporan tersebut bisa melampaui angka di atas 20 ribu kasus atau jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
“Potensi angka pelaporan di akhir tahun ini bisa melampaui diatas 20 ribuan, dan angka pelaporan ini disinyalir tidak lebih dari 5% dari kasus kekerasan yang ada di masyarakat. Pelaporan kasus kekerasan pada anak seperti fenomena gunung es,” tuturnya.
Selain itu, Nahar mengungkapkan bahwa dari jenis kekerasannya, anak perempuan lebih sering mengalami jenis kekerasan seksual, baik kontak secara luring maupun non kontak secara daring.
Baca juga : Kementerian PPPA Kawal Kasus Tindak Kekerasan Seksual Pada Siswa di Pariaman Sumatera Barat
“Anak perempuan lebih banyak menjadi korban karena anak perempuan memiliki kerentanan lebih dari anak laki-laki. Kalau anak laki-laki bisa menolak atau melawan, tapi anak perempuan relatif lebih mengikuti apa yang dimau pelaku,” imbuhnya.
Menurut Nahar, tindak kekerasan berbasis elektronik menjadi bagian dari tingginya kekerasan terhadap anak khususnya perempuan. Misalnya 18 ribu kasus yang terdata pada 2023, sebanyak 4% korban ialah anak perempuan dan 2% adalah anak laki-laki.
“Biasanya laporan yang masuk ke lembaga-lembaga layanan yang ada di daerah menunjukan data kekerasan non kontak kepada anak juga didominasi oleh perempuan sekitar 4% dan anak laki-lami sekitar 2%. Jadi anak perempuan 2 kali lipat lebih beresiko mengalami kekerasan di ranah daring daripada anak laki-laki,” jelasnya.
Nahar menegaskan bahwa penting bagi semua pihak untuk mencegah anak menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual, khususnya antara orang tua dan lingkup pendidikan karena kekerasan kerap kali terjadi di sekolah dan keluarga.
“Orang tua maupun sekolah perlu memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada anak-anak sejak dini sesuai usia tumbuh kembang anak. Dengan kerja sama antara orang tua dan sekolah, kita dapat bersama-sama mencegah anak-anak terlibat dalam kekerasan seksual dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu,” katanya. (Dev/Z-7)
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
FASE darurat kekerasan terhadap penyandang disabilitas memerlukan langkah konkret bersama dan segera untuk mewujudkan perlindungan bagi seluruh warga negara yang diamanatkan UUD 1945.
PELAKSANA Tugas (Plt) Kalemdiklat Polri, Irjen Andi Rian, membeberkan sejumlah hambatan krusial dalam upaya memutus siklus kekerasan di lingkungan pendidikan kepolisian, khususnya Akpol.
Saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, bagian otak yang disebut amigdala dapat mengambil alih kendali.
Viona merupakan atlet dari Jawa Timur yang berani mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan olahraga.
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved