Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES merupakan penyakit yang kerap ditemui di Indonesia bahkan jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu.
International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan jumlah masyarakat Indonesia dengan diabetes pada 2021 adalah 19,47 juta orang. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 28,57 juta orang pada 2045.
Ahli Gizi lulusan University College Dublin Rachel Olsen menyebutkan ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya diabetes, mulai dari faktor genetik hingga gaya hidup. Agar dapat mengurangi risiko diabetes, gaya hidup yang lebih sehat menjadi pilihan yang disarankan.
Baca juga: Diabetes Tipe 1, Tipe Diabetes yang Paling Banyak Dialami Anak Indonesia
"Gaya hidup yang lebih sehat, termasuk menerapkan pola makan sehat sangat penting agar bisa mengurangi risiko diabetes," ungkap Rachel, dikutip Jumat (15/12).
Secara lebih rinci, ia membagikan lima kiat praktis yang bisa diikuti masyarakat Indonesia untuk mengurangi risiko diabetes dimulai dari kiat pertama yaitu memperbanyak konsumsi buah dah sayur.
Rachel menyebut buah dan sayur merupakan sumber serat yang baik sehingga dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, dengan mengonsumsi serat yang tepat maka risiko diabetes dapat ditekan.
Baca juga: Ini Tips Hindari Kebutaan dan Amputasi Bagi Penderita Diabetes
"Pilihlah buah dan sayur yang rendah gula, mengandung antioksidan dan mineral seperti alpukat, pepaya, apel, serta pisang yang agak kehijauan (tidak lembek) dan sayuran hijau," kata Rachel.
Kiat praktis kedua yang disarankan ahli gizi itu ialah membatasi konsumsi karbohidrat. Karbohidrat dikenal sebagai sumber energi utama, tidak jarang orang mengonsumsinya paling banyak saat makan karena merasa membutuhkan energi.
Padahal karbohidrat yang dikonsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes, untuk itu konsumsinya harus dibatasi.
"Pilihlah makanan dengan karbohidrat kompleks yang memiliki indeks glikemik rendah sehingga dicerna tubuh secara perlahan dan tidak menyebabkan kadar gula darah naik secara drastis, seperti nasi merah, quinoa atau oatmeal, ubi dan singkong," sarannya.
Selanjutnya, untuk mengurangi risiko diabetes masyarakat disarankan mengatur jadwal makan dan camilannya secara teratur. Tujuannya agar dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil.
"Pertimbangkan mengatur jadwal makan 3 kali sehari secara teratur dengan 2 kali cemilan pagi dan sore," kata Rachel.
Lalu untuk kiat keempat ialah membatasi asupan makanan dan minuman yang manis dengan anjuran dalam satu hari manusia hanya membutuhkan gula tambahan sebanyak 25 gram perhari.
Terakhir, masyarakat perlu membiasakan diri untuk berolahraga secara teratur. Tujuannya agar kadar gula darah bisa turun dan memperbaiki sensivitas insulin di dalam tubuh. (Ant/Z-1)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved