Jemaah Haji Diingatkan Agar Waspada terhadap Kekambuhan Penyakit Selama di Tanah Suci

Basuki Eka Purnama
12/4/2026 17:43
Jemaah Haji Diingatkan Agar Waspada terhadap Kekambuhan Penyakit Selama di Tanah Suci
Ilustrasi--Ribuan calon jemaah haji mengikuti Bimbingan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (19/4/2025).(ANTARA/Sulthony Hasanuddin)

AKTIVITSA fisik yang berat dipadukan dengan kondisi lingkungan ekstrem selama menunaikan ibadah haji dapat menjadi pemicu serius masalah kesehatan bagi para jemaah. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit yang sering muncul atau kambuh di Tanah Suci.

"Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner," ujar dr. Andi, lulusan Universitas Indonesia, dikutip Minggu (12/4).

Risiko Gula Darah: Hipoglikemia dan Hiperglikemia

Menurut Andi, lonjakan aktivitas fisik yang drastis dapat memicu kondisi ketidakseimbangan kadar gula darah, baik itu hipoglikemia maupun hiperglikemia.

  • Hipoglikemia: Kondisi saat glukosa tubuh turun di bawah batas normal (di bawah 70 mg/dL). Meski sering dialami penderita diabetes, kondisi ini juga bisa menyerang jemaah tanpa riwayat diabetes akibat kelelahan hebat.
  • Hiperglikemia: Kondisi kadar glukosa darah yang sangat tinggi (lebih dari 300 mg/dL). Hal ini biasanya dipicu oleh stres selama perjalanan dan pola makan yang tidak terkontrol.

Hipertensi dan Serangan Jantung Akut

Selain masalah gula darah, tekanan darah jemaah juga rentan meningkat. Faktor pemicunya beragam, mulai dari kelelahan fisik, dehidrasi, hingga stres akibat paparan cuaca panas yang ekstrem di Arab Saudi.

"Aktivitas fisik yang mendadak berat pada jemaah dengan faktor risiko metabolik juga dapat memicu serangan jantung akut," tambah dr. Andi.

Tips Persiapan Kesehatan bagi Jemaah Haji:
  1. Melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum keberangkatan.
  2. Melakukan latihan fisik rutin untuk meningkatkan ketahanan tubuh.
  3. Bagi pemilik komorbid, rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
  4. Menyiapkan cadangan obat minimal 1,5 kali durasi perjalanan.
  5. Menyimpan obat-obatan di tas yang mudah dijangkau.

Persiapan yang matang, baik secara fisik maupun manajemen obat-obatan, menjadi kunci utama agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan tetap sehat hingga kembali ke tanah air. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya