Perubahan Iklim Perluas Ancaman Penyakit Menular, Anak Paling Rentan

M Iqbal Al Machmudi
25/4/2026 09:34
Perubahan Iklim Perluas Ancaman Penyakit Menular, Anak Paling Rentan
ilustrasi(Freepik)

Ketua Satgas Imunisasi IDAI Hartono Gunardi mengungkapkan dengan bertambahnya suhu bumi berbagai kuman-kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.

Ia mencontohkan penyakit yang ditularkan oleh serangga seperti nyamuk, dengan bertambahnya suhu bumi penyebaran penyakit demam berdarah (Db) lebih luas dan kejadiannya meningkat. Selain itu banyak faktor lain yang membawa virus-virus itu bisa menyebar lebih luas ke berbagai negara.

"Untuk negara beriklim tropis yang hanya terjangkit penyakit Db bisa menjalar ke daerah yang subtropis jadi yang lebih dingin, akibat peningkatan suhu bumi," kata Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/4).

Selain penyakit Db, penyakit lainnya yang bisa berbahaya akibat peningakatan suhu bumi adalah campak.

Hartono menjelaskan virus tersebut tahan terhadap pengaruh cuaca dan merupakan penyebab kesakitan baik di negara yang bermusim panas maupun di musim dingin. Dan di Benua Eropa ada sekitar 40 negara terjangkit campak.

"Jadi kita tahu bukan hanya Indonesia, tapi negara di Eropa dan Amerika kebobolan outbreak campak banyak di tahun 2025 dan 2026 gejalanya berupa demam, bintik merah-merah dan bisa menyebabkan radang paru-paru mengakibatkan komplikasi," ungkap dia.

Di telinga bisa berakibat fungsi pendengaran yang menurun, mengakibatkan kornea mata rusak dan pada sedikit kasus mengalami radang otak.

Sehingga anak diharapkan mendapatkan imunisasi lengkap rutin untuk mencegah penyakti di masa depan. Anak yang mendapat imunisasi rutin mempunyai capaian sekolahnya, akademisnya lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak lengkap imunisasinya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya