Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENOPAUSE bukanlah sebuah akhir hidup dari setiap perempuan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan talkshow edukasi Eugenia Communications dengan narasumber ahli Dokter Ni Komang Yeni Dhana Sari dam Dokter Natalia Widiasih Raharjanti.
Dalam penjelasannya, Yeni menuturkan bahwa setiap perempuan perlu mendapatkan informasi yang baik tentang menopause. Menopause merupakan hal yang pasti akan terjadi bagi setiap perempuan.
“Banyak yang berpikir menopause adalah akhir dari kehidupan seorang perempuan karena kesehatan tubuh menurun drastis,” ujar Yeni.
Baca juga : Ini Pentingnya Mengetahui Gejala dan Hal yang Perlu Dihindari di Fase Menopause
Untuk itu, Yeni menekankan perlunya mengetahui gejala-gejala dini serta mengelola stress agar perempuan mampu mempersiapkan diri sebelum hingga setelah fase menopause terjadi.
Baca juga : Haid Pertama Lebih Awal tidak Berarti Menopause Lebih Cepat
Gejala yang sering muncul adalah kurangnya kepercayaan pada diri sendiri, vagina kering, siklus menstruasi yang tidak seperti biasa, kenaikan atau penurunan badan secara drastis, demam hingga gangguan mental.
"Tiga gejala yang paling sering timbul adalah, semburan panas (hot flashes) di area muka, keringat berlebih pada malam hari dan insomnia" tambah Yeni.
Yeni melanjutkan gejala-gejala tersebut sering muncul beberapa tahun sebelum menopause dan terus berlanjut sampai menstruasi benar-benar berhenti.
Perempuan baru bisa dikatakan menopause ketika selama satu tahun berturut-turut tidak mengalami menstruasi sama sekali. Namun, ketika dalam kurun waktu 1 tahun wanita mengalami menstruasi yang tidak rutin itu disebut sebagai perimenopause.
"Perimenopause itu terjadi sebelum memasuki menopause, umumnya terjadi di antara umur 35 tahun keatas" ungkapnya.
Di Indonesia yang sudah memasuki umur tua (aging country) umumnya menopause pada wanita terjadi dalam rentan umur 35 tahun keatas. Namun, waktu ini tentatif karena fase menopause orang berbeda-beda.
"Fase menopause setiap perempuan itu beda, tergantung dengan jumlah sel telur yang ada di masing-masing wanita" ujar Yani.
Setiap perempuan mempunyai sel telur dengan jumlah yang berbeda-beda. Maka dari itu, fase menopause tidak bisa disamakan bagi setiap perempuan. Menopause akan tiba jika sel telur sudah tidak diproduksi lagi.
Tetapi bukan hanya perempuan saja yang mengalami fase menopause, lelaki pun mengalami hal yang serupa. Namun, seringnya para lelaki tidak menyadari fase tersebut.
Menopause pada laki-laki disebut andropause. Fase ini biasa terjadi saat sudah memasuki umur 40 tahun keatas. Mempunyai ciri-ciri seperti perut buncit, gangguan pendengaran, sulit berkonsentrasi hingga gejala depresi.
Baik menopause dan andropause keduanya sama-sama memerlukan penanganan dini sebelum menuju fase tersebut karena jika tidak dikenali sejak dini akan muncul risiko kesehatan lain setelah fase itu tiba.
Umumnya adalah penyakit jantung. Hal ini karena salah satu tugas estrogen adalah membantu pembuluh darah tetap fleksibel sehingga berkontraksi untuk mengakomodasi aliran darah. Ketika estrogen berkurang saat fase menopause fungsi ini pun ikut menurun.
Selain itu penyakit tulang seperti osteoporosis, obesitas, infeksi saluran kemih dan inkontinensia urin adalah risiko yang akan dialami oleh perempuan ketika telat penanganan fase menopause.
Untuk menghindari risiko tersebut, perempuan bisa menerapkan hidup sehat dengan cara makan makanan bernutrisi dengan gizi seimbang, menghindari rokok dan miras serta rutin berolahraga sebanyak 30×50 per minggu.
Telatnya pendeteksi dini fase menopause juga bisa mengganggu psikis. Seperti munculnya empty nest syndrome, kondisi dimana orang tua merasa kesepian akibat anaknya sudah tidak tinggal serumah dan juga negative body image yaitu perasaan negatif yang kerap muncul terhadap diri sendiri.
"Seringnya, ketika fase menopause muncul, rasa kepercayaan diri kurang dan timbullah pertengkaran-pertengkaran yang mengakibatkan perceraian" tambah Dr Natalia.
Kasus perceraian akibatnya kurang komunikasi antara dua belah pihak. Sering terjadi saat umur pasangan kurang dari 50 tahun. Untuk itu persiapan diri serta lingkungan yang mendukung adalah hal terpenting dalam mengelola stress yang terjadi saat fase menopause maupun pascamenopause.
"Lingkungan sosial penting dalam mendukung perempuan menjalani fase menopause agar lebih menyenangkan. Tidak perlu malu untuk datang ke rsj untuk berkonsultasi" kata dr Natali. (Z-8)
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved