Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Satuan Tugas Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten Novitria Dwinanda mengatakan tata laksana anak obesitas yakni dengan mengganti camilan, dari yang semula hanya makanan manis menjadi buah potong.
"Anak masih tumbuh dan kembang, jadi jangan sampai kita kurusin dia tetapi otaknya tidak berkembang. Tata laksana obesitas pada anak itu yang dipotong itu snack, bukan makanan utama," kata Novitria, dikutip Selasa (22/8).
Novitria menyarankan orangtua tidak mengganti buah potong dengan bentuk jus karena biasanya mengandung gula lebih tinggi.
Baca juga: Sering Konsumsi Mi Instan Ternyata Berisiko Obesitas
Selain camilan, orangtua perlu juga untuk menghilangkan asupan minuman manis dan menggantinya dengan air putih.
Kemudian, untuk makan utama, sebaiknya berikan dalam porsi seperti biasa dan frekuensi tiga kali sehari atau dengan kata lain tidak melewatkan sarapan.
"Tidak boleh lewatkan sarapan, semakin dilewatkan semakin dia balas dendam di siang. Porsi biasa, tidak dikurangi," tutur Novitria, yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia itu.
Baca juga: Waspadai Leher Hitam pada Anak
Selanjutnya, orangtua membantu anak melakukan aktivitas yang disesuaikan dengan usia anak, dan sebaiknya membagi dalam tiga kegiatan besar, dimulai kegiatan ringan yang bisa dikerjakan setiap hari misalnya membersihkan tempat tidur, menaruh alat makan usai dipakai ke tempat seharusnya, dan mengambil minum sendiri.
Kedua, kegiatan yang bisa dikerjakan tiga hingga lima kali sehari dan sifatnya sedikit aerobik misalnya bermain sepeda, berjalan sore. Ketiga, kegiatan yang dilakukan sekali hingga dua kali dalam seminggu namun terarah seperti berenang, karate, dan latihan basket.
Selain perbaikan pola makan dan aktivitas fisik, pengelolaan obesitas juga meliputi pola tidur atau istirahat.
Menurut Kementerian Kesehatan, kurang tidur dapat menyebabkan hormon leptin terganggu sehingga menyebabkan rasa lapar tidak terkontrol.
Jika kuantitas dan kualitas tidur seseorang tidak sesuai, akan memengaruhi keseimbangan berbagai hormon yang pada
akhirnya memicu kejadian obesitas.
Gangguan tidur dapat menyebabkan peningkatan asupan energi melalui sejumlah cara yakni peningkatan rasa lapar melalui meningkatnya hormon ghrelin (pengontrol rasa lapar) dan menurunnya hormon leptin (pengontrol rasa kenyang), waktu tersisa untuk makan menjadi lebih banyak dan cenderung memilih makanan yang tidak sehat. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Pasar kebugaran digital Tanah Air diproyeksikan melonjak dari US$ 3,8 miliar (2025) menjadi US$ 12,7 miliar (2031).
Studi ATTICA selama 20 tahun mengungkap bahwa individu dengan obesitas sehat secara metabolik (MHO) tetap memiliki risiko penyakit jantung 39% lebih tinggi.
Obesitas saat ini merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Peningkatan prevalensi obesitas dan penyakit metabolik di Indonesia mendorong perlunya pendekatan penanganan yang lebih komprehensif.
Riset terhadap 16 ribu anak menunjukkan pubertas datang lebih dini. Faktor berat badan, stres, dan lingkungan ikut berperan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved