Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi kembali menggelar program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Jawa Barat. bagi siswa/siswi MTs dan Ma di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (10/5) yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat Literasi Digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024 menuju Indonesia #MakinCakapDigital.
Hal ini lantaran menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5.
Baca juga: Kemenkominfo Ajak Siswa SMA di Sulsel Aman Berselancar di Dunia Digital
Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.
Selain itu berdasar laporan HootSuite dan We Are Social, pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta jiwa pada Pebruari 2022, atau bertambah 2,1 juta dari tahun sebelumnya.
Jumlah pengguna tersebut merupakan 73,7% dari total populasi Indonesia, dengan persentase pengguna internet melalui ponsel mencapai 94,1%.
Kemenkominfo pun bersama Siberkreasi menggelar program #literasidigitalkominfo yang mengusung tema “Welcoming Gen-Alpha: Chance and Challenge in Digital Era.”
Suguhkan Materi Empat Pilar Literasi Digital
Kegiatan secara nonton bareng (nobar) dengan para peserta dari 50 Sekolah Madrasah itu menyuguhkan materi yang didasarkan pada 4 pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.
Dalam kegiatan tersebut, tampil sebagai narasumber pertama H. Rondom, S.Ag., M.H., Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Bogor membawakan materi terkait Etika Digital.
Perlu Etika Bermedia Digital
Menurut Rondom, saat ini anak- anak sudah pandai membuat konten atau juga narasi di media sosial, namun itu perlu dibarengi dengan etika bermedia digital. Manfaatkan media digital dengan standar nilai agama dan budaya.
Baca juga: Kemenkominfo Ajak Para Siswa di Toraja Utara Pahami Mengenai Ruang Digital
“Kemajuan digital menjadi anugrah untuk kita karena mempermudah kita melakukan aktifitas sehari hari. Transaksi juga menjadi mudah dan komunikasi juga menjadi mudah. Media digital menjadi anugrah buat kita sehingga perlu kita syukuri dengan menggunakan media sosial dengan sebaik baiknya,” sebutnya.
Narasumber kedua yang tampil yakni seorang Penerjemah dan Content Writer, Zulfan Arif yang berbicara terkait Keamanan Digital.
Ia pun menyebut jika ada banyak kejahatan atau potensi buruk di dunia digital. Seperti kejahatan penipuan transaksi online, pornografi, juga manipulasi data yang banyak terjadi dan mengancam keselamatan.
Baca juga: Hardiknas, Kemenkominfo Ajak Siswa di Tana Toraja Bijak Bermedsos
“Di dunia nyata keamanan berbanding terbalik dengan dunia nyata. Sedikit lebih rumit dan waspada akan membuat kita lebih aman di dunia digital. Seperti membuat password yang lebih rumit atau mengganti password secara berkala," terangnya.
"Dan juga untuk orang tua, selalu dampingi anak dan ajarkan kepada mereka agar tidak mudah percaya dengan semua yang didapat di internet, jadi saring sebelum sharing,” jelas Zulfan.
Sedangkan pemateri terakhir yakni Heni Handayani Lestari yang merupakan seorang Content Creator dan juga Key Opinion Leader, tampil membawakan materi Kecakapan Digital.
Ia menyebut jika dalam media digital terdapat berbagai macam konten, dan agar tetap aman harus dipahami bahwa konten tersebut aman atau tidak. Sehingga jika melanggar disebutkannya agar menghapus konten atau meralatnya.
Baca juga: Dalam Etika Berjejaring Sosial, Jarimu adalah Harimaumu
“Kita diharapkan mampu menyeleksi dan memverifikasi informasi yang didapatkan serta menggunakannya untuk kebaikan diri dan sesama. Dengan mengenal ekosistem transaksi daring- dompet digital, lokapasar, serta transaksi digital dengan lebih baik, kita bisa terhindar dari kegiatan terkait yang merugikan,” pesan Heni.
Dalam webinar ini hadir pula, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gogor, H. SYukri Ahmad Fanani sebagai Keynote Speaker.
Di akhir sesi webinar, para peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan yang dijawab langsung oleh narasumber. Seluruh rangkaian webinar ini dipandu oleh moderator Indry Wijaya.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital sektor pendidikan dapat diperoleh pada media literasi digital kominfo di info.literasidigital.id atau mengikuti media sosial Literasi Digital Kominfo di Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo, dan Youtube @literasidigitalkominfo. (RO/S-5)
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Perlunya pengawasan orang tua, kesehatan, serta literasi digital anak di era teknologi.
Studi terbaru mengungkap menurunnya penggunaan internet pada lansia bukan sekadar masalah fisik, melainkan pilihan sadar dan faktor kognitif.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Dari sekadar mengunggah foto, Mama Redha bahkan kini menjual hasil tangkapan laut melalui TikTok Live, dan aktif sebagai streamer.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved