Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak Andreas mengatakan saluran pencernaan berperan sangat penting untuk membentuk sistem kekebalan tubuh anak.
"Perannya sangat penting. Saluran cerna itu tempatnya penyerapan nutrisi, apa yang kita makan, apa yang kita konsumsi semuanya akan disalurkan ke seluruh tubuh oleh usus," ucapnya dalam diskusi daring tentang Pentingnya Pencernaan yang Sehat untuk Imunitas dan Kecerdasan Anak, Selasa (1/11).
Jika usus tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan, kata Andreas, sel-sel dalam tubuh akan mati atau tidak bertumbuh, termasuk sel kekebalan tubuh. Sel yang memproduksi limfosit dan makrofag ini bertujuan melawan kuman dan penyakit. Dalam istilah kedokteran, saluran pencernaan ini disebut 'otak kedua'.
Baca juga: Cara Mudah Menghadapi Anak Agar Tetap Mengonsumsi Sayur
"Jadi, si 'otak' nomor dua ini fungsinya menghilang, anak jadi sakit, berat badan seret, enggak mau makan. Korelasinya adalah saluran cerna ini harus dijaga supaya anak tetap sehat," ucap Andreas.
Saluran pencernaan, kata Andreas, juga erat hubungannya dengan perkembangan otak anak. Jika penyerapan dalam usus tidak maksimal, kebutuhan nutrisi pada seluruh organ tubuh juga akan terganggu, termasuk sel dalam otak.
Akibatnya, ada gangguan dalam tumbuh kembang, telat bicara, perkembangan motoriknya, seperti berjalan, berdiri dan duduk akan terhambat, serta berkurangnya konsentrasi.
"Pencernaan bukan cuma membentuk sistem imun, tapi juga berfungsi mengalirkan semua kebutuhan tubuh, salah satunya adalah untuk otak tetap bisa bekerja," ucapnya.
Andreas mengatakan faktor lingkungan tidak bisa diubah untuk menjaga anak terpapar virus dan penyakit, sehingga sistem imun harus dibangun dari dalam tubuh.
Ia memberikan beberapa tips untuk membangun kekebalan dari dalam tubuh, salah satunya pemenuhan nutrisi. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh harus lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral agar terserap dengan baik dan dapat membentuk sel-sel kekebalan tubuh.
"Cara jaganya, nutrisi yang masuk itu harus seimbang, perlu banget makronutrien dan mikronutrien. Selain itu, cari sumber makanan yang mengandung probiotik," ucap dokter RS Mayapada Bogor itu.
Probiotik merupakan kuman baik yang bersumber dari vitamin dan mineral. Perlunya mengonsumsi makanan sumber probiotik untuk menghambat kembalinya kuman penyakit, sehingga tetap sehat dan bisa menghasilkan sistem kekebalan tubuh.
Ia mengatakan selain memenuhi nutrisi, istirahat dan konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, dan menjaga saluran pencernaan tetap sehat juga menjadi hal yang penting dalam membentuk kekebalan tubuh anak. (Ant/OL-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Dokter spesialis anak dr. Frieda Handayani menjelaskan indikator kesehatan cerna anak melalui bentuk, warna, dan frekuensi BAB berdasarkan Bristol Stool Chart.
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna sebagai fondasi kecerdasan dan tumbuh kembang optimal anak di periode emas.
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved