Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENSTRUASI kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit yang mencari cara mempercepat haid, agar menstruasi tidak muncul saat kondisi penting.
Misalnya, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang menginginkan agar haid datang lebih cepat.
Ada acara penting yang harus dihadiri, sudah merencanakan perjalanan liburan, hendak mengikuti pertandingan renang, ingin menunaikan ibadah umrah, atau karena memang terlambat menstruasi.
Baca juga: POGI Pastikan Kemasan Guna Ulang Aman Untuk Janin dan Balita
Untuk mempercepat haid, ada beragam cara yang dapat dilakukan dengan secara alami. Nah, sekarang, kita akan membahas 5 cara agar mempercepat haid
Olahraga ringan dapat membantu otot menjadi lebih rileks, sehingga dapat membantu haid datang lebih cepat.
Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk membuktikan cara mempercepat haid yang satu ini.
Perubahan berat badan dapat memengaruhi siklus menstruasi. Berat badan yang terlalu rendah, berisiko menyebabkan haid menjadi tidak teratur atau justru sama sekali berhenti.
Sebab, tubuh memerlukan lemak untuk memproduksi hormon yang terkait dengan menstruasi.
Memiliki berat badan berlebih juga dapat membuat siklus menstruasi tidak teratur. Sehingga, Anda perlu memerhatikan asupan gizi untuk menjaga berat badan tetap pada batas ideal.
Baca juga: Yuk Cari Tahu Penyebab Rasa Nyeri Saat Menstruasi dan Cara Mengatasinya
Cara mempercepat datangnya haid juga bisa dengan mengonsumsi nanas. Buah ini kaya bromelain, enzim yang dipercaya memengaruhi estrogen dan hormon lainnya.
Di samping itu, menurut studi dari Journal of the Pakistan Medical Association, bromelain dalam nanas dapat membantu mengurangi peradangan.
Beberapa makanan tertentu diduga mampu membantu mempercepat datangnya haid. Contohnya pepaya, wortel, dan labu.
Ketiganya mengandung karoten yang bisa merangsang terjadinya menstruasi.
Selain itu, ada juga seledri yang bisa merangsang aliran darah di dalam rahim.
Seledri mengandung apiol, zat alami yang memicu rahim untuk berkontraksi, sehingga menyebabkan menstruasi.
Manfaat jahe memang beragam, salah satunya berkaitan dengan menstruasi. Jahe dipercaya dapat memicu kontraksi rahim.
Sehingga, tumbuhan yang satu ini disebut berpotensi membantu mempercepat datangnya haid.
Meski begitu, belum ada penelitian yang dapat memastikan metode ini. (OL-1)
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Maudy Ayunda menekankan pentingnya empati melalui pertanyaan sederhana untuk mendukung perempuan saat menstruasi ketimbang sekadar nasihat normatif.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG meluruskan mitos menstruasi, mulai dari larangan berenang, minum air es, hingga potong kuku.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan kaitan hormon estrogen dan neurotransmiter otak terhadap perubahan emosi perempuan saat fase menstruasi.
Remaja putri belum menstruasi hingga usia 14 atau 16 tahun? Dokter ungkap tanda bahaya yang sering diabaikan dan kapan harus segera periksa.
Haid di malam ganjil Ramadan? Jangan sedih. Ini 5 amalan yang tetap bisa dilakukan wanita saat haid untuk meraih pahala Lailatul Qadar.
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi menyebut, perasaan haid berhenti setelah keramas lebih berkaitan dengan persepsi tubuh, bukan perubahan biologis.
Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi siklus menstruasi, termasuk stres, perubahan berat badan, atau kondisi medis tertentu. Namun, jika haid telat dalam waktu yang lama
Terdapat mekanisme agar selama ibadah haji tidak haid, biasanya yang umum dilakukan adalah menundanya dengan mengonsumsi obat hormon.
Perempuan di Indonesia masih merasa malu atau enggan membicarakan topik seputar menstruasi atau gangguan reproduksi yang berakibat pada kesehatan di masa mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved