Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI saat ini menghadapi berbagai macam tantangan. Apalagi generasi pascapandemi yang ketangguhannya dibutuhkan dalam sistem pendidikan tinggi. Serta, menjadi sumber kekuatan di masa mendatang.
"Bukan hanya dari sisi kognitif, tetapi kekuatan mental, ketabahan, resilience dan kreativitas. Tidak ada yang namanya inovasi tanpa mengambil risiko,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam seminar virtual, Selasa (4/8).
Nadiem pun menantang mahasiswa untuk mengubah pandangan, dari korban pandemi covid-19 menjadi penggerak perubahan. Sehingga, mahasiswa mampu berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial. Misalnya, mengajar di sekolah dan membantu pelaku UMKM untuk go digital.
Baca juga: Kemendikbud Siapkan Bantuan UKT Bagi 400 Ribu Mahasiswa
"Kemajuan itu untuk mencoba hal baru yang mungkin kita tidak nyaman. Keluar dari zona nyaman, beberapa akan berhasil dan beberapa tidak akan berhasil. Tapi kalau kita semuanya tidak berhasil, itu artinya kita belum cukup melakukan inovasi dan eksperimen," pungkas Nadiem.
Saat ini, semua orang berada di situasi sulit akibat pandemi. Nadiem menyampaikan simpati kepada dosen, mahasiswa dan orang tua yang mengalami krisis kesehatan, ekonomi dan psikologi.
"Pola hidup kita berubah. Ini semua ada dampaknya, stres meningkat. Kita merasa terisolasi di rumah. Banyak yang mendapat tantangan ekonomi juga. Ini bukan hal yang kecil dan pemerintah harus selalu mencari upaya mitigasi," jelasnya.
Baca juga: WEF: Banyak Anak Muda Berpikir Belajar Daring Jadi Permanen
Pihaknya sudah mengambil langkah mitigasi. Pertama, menambahkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp 1 triliun untuk perguruan tinggi negeri (PTN).
"Kami terus bantu dengan semua rektor PTN, untuk memastikan ada berbagai macam opsi fleksibilitas pembayaran untuk mahasiswa. Yang penting tidak ada drop out. Mahasiswa harus mendapatkan hak pendidikan. Itu kita jaga bersama," kata Nadiem.
Nadiem meminta semua mahasiswa untuk melakukan refleksi diri. Termasuk, mahasiswa yang sudah masuk dunia pekerjaan. Dalam hal ini, apa yang sudah dilakukan kepada bangsa Indonesia.
Baca juga: Dukung Belajar Daring, Pemerintah Harus Bantu Biaya Internet
"Apa yang akan saya lakukan untuk bangsa dalam masa sulit ini. Apa yang bisa saya kerjakan beserta teman-teman saya? Apa kesempatan yang bisa dilakukan untuk membantu rakyat Indonesia? Jadi, mahasiswa itu sebagai pejuang dan penggerak," tegasnya.
Kemerdekaan dalam institusi pendidikan, lanjut dia, seharusnya menjadi kesempatan mahasiswa untuk turun langsung di tengah masyarakat. Serta, menciptakan inovasi baru yang menciptakan lapangan kerja.(OL-11)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat membatasi waktu pembuktian bagi terdakwa Nadiem Makarim dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Chromebook.
Sidang korupsi Chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim ditunda karena pengacara absen dan terdakwa sakit. Ini penjelasan lengkap dari hakim dan jaksa.
Sejak perkara ini mulai disidangkan pada Desember 2025, kesehatannya dilaporkan tidak menentu. Ia juga diketahui sempat menjalani operasi sebelumnya, yang menyebabkan agenda pembacaan
Dalam keterangannya, Nadiem menilai terdapat kejanggalan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menganggap CDM sebagai sumber kerugian negara.
Ibam yang dikenal sebagai salah satu engineer terbaik Indonesia, itu terancam hukuman total 22 tahun penjara jika tidak mampu membayar uang pengganti tersebut.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya masih belum stabil di tengah proses persidangan yang tengah ia jalani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved