Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUARGA memegang peran penting dalam mengendalikan kondisi psikologis seseorang selama masa pandemi covid-19. Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Silverius Yoseph Soeharso mengatakan, wabah virus korona menimbulkan berbagai masalah yakni meningkatnya angka bunuh diri dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga menurunnya rasa percaya diri.
Pria yang akrab disapa Sonny itu menuturkan, seperti kasus di Jerman, Menteri Keuangan Negara bagian Hesse, Thomas Schaefer, melakukan bunuh diri karena cemas akan dampak penyebaran covid-19 pada perekonomian di negaranya. Sedangkan di Indonesia, pada Februari 2020, seorang warga negara Korea ditemukan tewas gantung diri di sebuah hotel di Solo karena khawatir dirinya terinfeksi virus korona.
Dia mengatakan, tindakan bunuh diri bisa terjadi pada seseorang yang mengalami stres dan depresi melewati batas ketahanannya. Informasi yang bergulir selama pandemi hingga kebijakan yang diberlakukan pemerintah seperti PSBB dan lockdown, turut menjadi stressor yang menimbulkan rasa tidak nyaman, cemas, dan curiga antara satu orang dengan yang lainnya.
“Secara psikologis, manusia punya daya tahan atau ketahanan mental, sehingga kalau ini melebihi bebannya, termasuk tidak didukung oleh keluarga, dikucilkan oleh masyarakat, ditakut-takuti, ini akhirnya menimbulkan depresi. Kalau depresi ini didiamkan maka ini akan menjadi niat untuk bunuh diri,” kata Sony dalam webinar nasional Pendidikan, Psikologis, Gizi, Hukum, dan Seks pada Masa Pandemi Covid-19, Senin (22/6).
Sedangkan pada kasus KDRT, Sonny menuturkan, berdasarkan laporan Women Crisis Center Yogyakarta, selama periode Januari-Mei 2020 telah terjadi sekitar 146 kasus kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, jumlah perempuan yang mengakses layanan hotline selama pandemi meningkat berkali lipat dibanding pada hari biasanya.
Di Tiongkok, sebanyak 300 pasangan telah mengajukan perceraian sejak 24 Februari 2020 atau sejak kebijakan lockdown mulai diberlakukan. Faktor penyebabnya pun beragam yakni akibat suami dan istri tidak bisa mengelola emosi sehingga merasa frustasi dan stres, sering bertemu membuat kedua belah pihak justru menjadi lebih sering bertengkar, konflik yang kian membesar menimbulkan pertengkaran yang berlarut-larut. Rumah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi perempuan, jutru tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya karena pasangan yang suka melakukan KDRT.
“Perempuan dan anak-anak menjadi kelompok rentan bagi munculnya tindakan KDRT yang bisa berupa fisik, psikis atau verbal, ekonomi, dan kekerasan seksual,” tuturnya.
Sonny menjelaskan, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah KDRT dan timbulnya rasa depresi selama pandemi, yakni dengan memaksimalkan peran keluarga. Pasangan bisa melakukan hal-hal sederhana bersama di rumah seperti membersihkan rumah, menonton film, atau memasak, juga dengan melibatkan anak-anak sehingga terbangun rasa kebersamaan.
Membatasi diri dari informasi yang berlebihan, terutama hoax guna mencegah timbulnya rasa cemas dan khawatir. Lakukan kegiatan positif seperti meditasi, olahraga, dan relaksasi untuk mengurangi emosi dan perasaan tidak nyaman. Keluarga juga bisa meminta bantuan ahli psikologi/psikolog dalam meningkatkan keterampilan manajemen emosi.
Komunikasi antara pasangan dan orang tua dengan anak juga menjadi kunci penting dalam keharmonisan keluarga. Bicarakan setiap masalah dengan baik. Berikan me time atau waktu sendiri bagi setiap individu, saling membantu atau meringankan tugas di rumah satu sama lain, atur asupan nutrisi agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi selama pandemi.
Baca juga: Masalah Ekonomi, Penyebab Meningkatnya KDRT di Masa Pandemi
Selain itu, pasangan juga bisa memanfaatkan waktu luang dengan membangun bisnis daring bersama dari rumah guna membantu perekonomian keluarga.
“Kita bisa menciptakan protkol keluarga sendiri. Saling mendukung, saling menyemangati, ayah menjadi pembimbing anak-anak yang kuliah, ibu jadi guru les. Jadi kita harus melakukan perluasan peran baik bagi istri maupun suami ketika di masa pandemi, misalnya suami membantu istri mencuci piring,” tukasnya.
Di samping itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi psikologi Sehat Jiwa (Sejiwa) yang disediakan pemerintah bagi perempuan dan anak yang mengalami depresi dan KDRT selama pandemi melalui hotline 119 ext 8.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Aarthe Tehupeiory menambahkan, selain dari sisi keluarga, KDRT juga dapat dicegah dari sisi regulasi. Menurutnya, regulasi yang ada saat ini yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga masih belum efektif untuk mencegah, melindungi korban, dan menindak pelaku KDRT.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu menyediakan regulasi tambahan.
“Dalam masa kenormalan baru ini seyogyanya diprioritaskan dalam regulasi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual dan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sehingga hal demikian dapat mencegah terjadinya kekerasan di dalam rumah tangga,” pungkasnya.(OL-5)
Polres Metro Jakarta Pusat selidiki kasus dua PRT lompat dari lantai 4 kos di Benhil. Satu korban meninggal dunia, diduga akibat tidak betah dengan majikan.
KPAI ungkap angka bunuh diri anak Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Pakar IPB Prof Dwi Hastuti tekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah.
Kemenkes minta promosi film bertema sensitif wajib libatkan ahli kejiwaan setelah kontroversi baliho Aku Harus Mati dinilai berisiko memicu peniruan.
Judul film pada sebuah baliho seperti Aku Harus Mati dapat memicu activation of death-related thoughts.
Psikiater dr. Lahargo Kembaren ingatkan bahaya romantisasi kematian dalam film dan konten digital yang bisa memicu perilaku bunuh diri bagi kelompok rentan.
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Wihaji menekankan bahwa setiap daycare yang masuk dalam binaan pemerintah harus melalui proses seleksi ketat.
KPAI mengutuk keras kekerasan terhadap 53 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Jasra Putra soroti lemahnya pengawasan dan regulasi daycare di daerah.
Pemkot Banda Aceh resmi menutup Daycare Baby Preneur setelah kasus penganiayaan balita viral. Terungkap bahwa tempat penitipan anak tersebut tidak memiliki izin.
Polresta Banda Aceh menangkap terduga pelaku penganiayaan balita di Daycare Baby Preneur. Kasus terungkap setelah rekaman CCTV viral di media sosial.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved