Kemenkes Soroti Promosi Film Aku Harus Mati: Wajib Libatkan Ahli Kejiwaan

M Iqbal Al Machmudi
07/4/2026 18:40
Kemenkes Soroti Promosi Film Aku Harus Mati: Wajib Libatkan Ahli Kejiwaan
Kemenkes minta promosi film bertema sensitif wajib libatkan ahli kejiwaan setelah kontroversi baliho Aku Harus Mati.(Dok. YouTube)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) meminta pelaku industri film melibatkan ahli kejiwaan dalam merancang promosi di ruang publik, khususnya untuk karya yang mengangkat tema sensitif seperti bunuh diri.

Permintaan ini disampaikan menyusul kontroversi film Aku Harus Mati, yang materi promosinya berupa baliho dinilai provokatif dan berpotensi memicu efek peniruan pada individu rentan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih bertanggung jawab dalam komunikasi publik.

“Perlu konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa saat merancang kampanye, melakukan revisi atau penghapusan materi berisiko, serta menyertakan pesan dukungan dan rujukan layanan. Ini bisa mengubah komunikasi dari provokatif menjadi protektif,” ujar Imran kepada Media Indonesia, Selasa (7/4).

Ia menekankan, bunuh diri bukanlah akibat dari satu faktor tunggal. Kasus-kasus tersebut umumnya merupakan hasil kombinasi gangguan suasana hati, tekanan sosial, krisis situasional, hingga faktor biologis dan riwayat individu.

Karena itu, media dan pelaku industri kreatif diharapkan tidak sekadar mengejar perhatian, tetapi juga menghadirkan konteks yang edukatif dan mengarahkan publik pada bantuan.

“Ketika media menyoroti pencegahan dan membuka akses ke layanan, itu membantu mengurangi stigma sekaligus menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

Imran mengingatkan, pesan publik yang abai terhadap dampak psikologis bukan hanya berisiko merusak reputasi, tetapi juga bisa berujung pada konsekuensi fatal.

“Di tengah meningkatnya permintaan bantuan dan laporan kematian, setiap pesan di ruang publik harus diuji, bukan hanya dari sisi kreatif, tetapi juga dari sisi keselamatan,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya