Kemenkes: Ada 80 Ribu Kasus Baru Parkinson di Indonesia Setiap Tahunnya

Putri Rosmalia Octaviyani
13/4/2026 14:40
Kemenkes: Ada 80 Ribu Kasus Baru Parkinson di Indonesia Setiap Tahunnya
Ilustrasi, pasien penderita parkinson.(Dok. Freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengatakan penyakit parkinson merupakan salah satu penyakit yang mencerminkan realitas penuaan masyarakat dan meningkatnya beban penyakit degeneratif. Di dunia saat ini ada lebih dari 10 juta orang yang menderita parkinson. 

"Saat ini, lebih dari sepuluh juta orang di seluruh dunia hidup dengan parkinson, sebuah angka yang terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi. Di Indonesia, jumlah penderita diperkirakan telah melampaui 1,1 juta orang pada tahun 2026, dengan sekitar 80 ribu kasus baru setiap tahunnya," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi, di Jakarta, Senin, (13/4).

Imran mengatakan bahwa penyakit yang pertama kali dijelaskan oleh Dr. James Parkinson pada tahun 1817 itu tetap menjadi salah satu tantangan besar kesehatan dunia karena sifatnya yang progresif dan dampaknya yang luas terhadap kualitas hidup.

Menurutnya, penyakit ini mencerminkan realitas penuaan masyarakat dan meningkatnya beban penyakit degeneratif. Tokoh dunia seperti Muhammad Ali, Michael J. Fox, dan Neil Diamond menjadi pengingat bahwa parkinson tidak mengenal batas profesi atau status sosial, dan perjalanan mereka terus menginspirasi ketangguhan.

Gejala parkinson biasanya muncul secara bertahap. Tremor yang khas, gerakan tubuh yang melambat, kekakuan otot, dan gangguan keseimbangan menjadi tanda utama. Namun dampaknya tidak berhenti pada aspek motorik. Banyak penderita juga menghadapi depresi, gangguan tidur, dan penurunan fungsi kognitif, bahkan komplikasi seperti pneumonia yang memperburuk kondisi.

Meski penyebab pasti parkinson belum sepenuhnya dipahami, sejumlah faktor risiko telah diidentifikasi, mulai dari genetik, paparan racun lingkungan, hingga trauma kepala. Upaya pencegahan masih bersifat umum, seperti menjaga pola hidup sehat dengan olahraga teratur, konsumsi makanan kaya antioksidan, tidur cukup, serta mengelola stres. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya