Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS kamu ibu milenial Mamapedia berkomitmen untuk terus berbagi soal dunia pengasuhan anak, kehamilan, dan tumbuh kembang anak. Selain itu, komitmen juga diperluas lewat pemberian bantuan kepada anak-anak Indonesia.
Untuk mewujudkannya, Mamapedia meluncurkan gerakan MamaPeduli sebagai bagian dari empati terhadap kaum ibu dan anak Indonesia yang sedang ditimpa musibah.
Founder Mamapedia Cindy Charlotta mengatakan, MamaPeduli dluncurkan karena ia dan rekannya di Mamapedia tergerak untuk bisa membantu sesama kaum ibu maupun anak yang membutuhkan pertolongan.
"Kami membuat gerakan MamaPeduli dengan untuk membantu para Mama diluar sana dalam menghadapi tanggap darurat keluarga, bencana alam, kekurangan gizi agar bisa menaikan tingkat kesejahteraan para ibu dan anak diluar sana," katanya dalam keterangan tertulis.
Baru-baru ini, MamaPeduli berkesempatan membantu anak Ayesha yang menderita kelainan usus Atresia Duodenum yang merupakan keadaan dimana usus dua belas jari tidak berkembang dengan baik sehingga menghalangi jalannya makanan dari lambung menuju usus untuk diserap tubuh.
Baca juga : Pecernaan Sehat, Anak Tumbuh Sehat dan Miliki Kekebalan Tubuh
Kondisi ini membuat perut Ayesha terlihat kembung, dan diikuti dengan muntah secara terus menerus, hingga berat badannya tak kunjung naik. Hal ini semakin diperparah dengan kondisi Ayesha yang juga menderita Dermatitis Atopik (penyakit kulit kronis) karena alergi susu sapi.
Orang tua Ayesha telah melakukan beragam penanganan seperti operasi dua hari setelah kelahiran, perawatan NICU dan rawat jalan.
Kondisi Ayesha ini sangat menggugah kaum ibu dalam komunitas Mamapedia.co.id yang saat ini memiliki kebih dari 1.800 anggota, hingga menggerakan mereka untuk membuat penggalangan donasi untuk meringankan beban Ayesha dan keluarga.
Beragam bantuan seperti pakaian, makanan, susu Neocate, mainan dan juga uang telah diterima oleh Mamapedia untuk kemudian diserahkan kepada orangtua Ayesha untuk kebutuhan anaknya.
“Mamapedia sangat berterima kasih atas bantuan dari para anggota Mamapedia,” kata Cindy Charlotta.
Selain membantu Ayesha, tahun ini MamaPeduli telah melakukan aneka program seperti pemberian bantuan untuk ibu dan anak dalam bencana alam Lombok dan Palu hingga pendampingan pencegahan stunting di Desa Tertinggal.
“Saya sangat berharap, meskipun gerakan ini jika kita nilai dari skalanya tidak seberapa besar, namun setidaknya bisa berdampak dan membantu mereka yang membutuhkan. Karna kami percaya aksi sekecil apapun sangatlah berarti”, tutup Cindy. (RO/OL-7)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Survei Sun Life 2026 mengungkap 57% perempuan Indonesia abaikan kesehatan demi keluarga. Simak tantangan finansial dan beban sandwich generation di sini.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved