Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASMIRANDAH Zantman, artis sekaligus ibu dari Chloe Emanuelle Van Wattimena mengungkap pentingnya membatasi anak bermain gawai demi menjaga tumbuh kembang anaknya tetap terjaga dengan baik.
Pada acara Explore Wonderland di Summarecon Mall Bekasi pada Jumat, (12/7) Asmirandah menjelaskan pentingnya langkah ini. Kata Asmirandah "Aku memang sangat membatasi screen time untuk Chloe dan bisa dibilang mungkin dihitung".
"Demi perkembangan anak, aku dan suami sepakat untuk membatasi Chloe menggunakan gawai. Bukan dalam sehari, tapi bahkan dalam sebulan gitu. Kayak misalnya satu hari ini dia bisa engga nonton, atau bisa engga main tablet," tambahnya.
Baca juga : Upaya Membebaskan Anak-anak dari Ketergantungan Ponsel
Asmirandah mengungkapkan tujuan utama dari pembatasan ini adalah untuk mencegah kecanduan gawai yang dapat memengaruhi sikap sang anak. "Aku pengin Chloe tetap keep up dengan perkembangan zaman sekarang, namun jangan sampai bikin attitudenya engga baik. Jadi aku mau dia tetap bertumbuh, berkembang dengan attitude yang baik".
Meskipun begitu, Asmirandah tidak menutup mata terhadap kemajuan teknologi. Bersama suaminya, Jonas Rivanno, mereka tetap memperkenalkan Chloe pada fungsi-fungsi dasar gawai seperti telepon, chat, dan video call. Namun, penggunaannya dibatasi hanya untuk interaksi dengan anggota keluarganya.
"Tapi aku tetap memperkenalkan Chloe fungsinya gadget itu untuk apa. Jadi fungsinya gadget itu memang untuk telepon, untuk chat, untuk video call dengan papahnya, dengan keluarga, anggota keluarga, tapi memang hanya sebatas itu," ujarnya.
Keputusan untuk membatasi penggunaan gawai ini bukanlah hal yang mudah. Asmirandah mengakui tantangannya sebagai orang tua, namun ia bangga bahwa keputusan ini telah membantu Chloe melewati fase-fase perkembangannya dengan baik.
Dengan demikian, langkah Asmirandah Zantman dalam membatasi penggunaan gawai pada Chloe tidak hanya merupakan pengawasan, tetapi juga bentuk kepedulian dalam menjaga kualitas pertumbuhan anak di era digital saat ini. (Z-6)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved