Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Shania Twain membuka kenyataan pahit yang berada di balik lagu hit-nya tahun 1997 'Man! I Feel Like a Woman!'. Dalam wawancara dengan The Times, penyanyi berusia 58 tahun itu itu mengatakan suami kedua ibunya, Jerry, tidak hanya melakukan kekerasan fisik terhadap ibunya, tetapi juga melakukan pelecehan seksual terhadapnya.
"Lagu itu adalah ungkapan bahwa saya telah menunggu terlalu lama untuk merasa baik tentang menjadi seorang wanita. Bertahun-tahun saya menghindarinya atau berharap saya bukan seorang wanita. Saya adalah seorang perempuan yang pemalu dan tidak percaya diri — bukan orang," kata Twain tentang lagu populer yang ada di album "Come On Over" tersebut.
Pemenang Grammy lima kali ini melanjutkan, "Otak saya berkata, 'Saya tidak peduli apa saya sebenarnya,' tetapi tubuh saya menghalangi — sisi perempuan saya menghalangi. Saya punya lekuk tubuh jadi saya harus menetapkan batasan dan menjaga diri sangat muda. Saya melakukan segalanya agar tidak menarik perhatian."
Baca juga : Soal Kasus Pelecehan di KPI, Kemnaker: tidak Bisa Ditoleransi
Dia merasa dia kehilangan kebahagiaan menjadi seorang perempuan. Twain juga mengaku tidak pernah sekali pun pergi ke pantai dengan memakai baju renang saat remaja.
"Saya tahu bahwa anak laki-laki akan memanfaatkan saya dengan cara tertentu," tambahnya.
Namun, perasaannya akhirnya berubah. "Tapi kemudian saya lelah berakting seolah-olah saya bukan seorang perempuan dengan lekuk tubuh, jadi saya menulis 'Man! I Feel Like a Woman!' Saya rasa saya telat berkembang dalam merasa nyaman dengan kulit saya sendiri, tetapi setelah beberapa waktu Anda harus berhenti mengkritik hal-hal yang tidak bisa Anda ubah," kata penyanyi itu.
Baca juga : Menaker: Perlindungan Pekerja Perempuan Harus Ditingkatkan
Dalam wawancara tersebut, Twain juga merefleksikan kurangnya representasi penampil perempuan di industri musik.
"Ketika Anda masih anak-anak Anda mengidentifikasi dengan orang-orang dan melihat kemungkinan, tetapi ada kekurangan representasi untuk perempuan di industri ini. Ini lebih dari sekadar seksisme, ini tentang representasi — untuk gadis-gadis muda agar merasa 'saya ingin menjadi dia,' Anda harus membuat itu terasa dapat dicapai," katanya.
Namun dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa "banyak gadis" tidak ingin tampil di bar seperti yang dia lakukan di awal karirnya, mencatat "Anda harus memulai dari suatu tempat."
Baca juga : Wujudkan Kesetaraan Gender dan Nondiskriminasi di Tempat Kerja
"Beberapa bar di Kanada memiliki ruangan untuk musik live dan ruangan lain untuk pertunjukan strip — tidak banyak gadis yang tertarik dengan itu," tambahnya sambil menyebutkan risiko tempat-tempat tersebut bagi perempuan muda.
"Adegan itu lebih menakutkan bagi seorang gadis karena laki-laki mabuk dan batasan menjadi kabur. Bagaimana Anda menarik perempuan ke tempat seperti itu? Bagaimana mereka merasa aman dan tetap terlindungi?"
Dalam segmen lain, Twain merefleksikan lagu hit-nya "That Don’t Impress Me Much" dari album yang sama, di mana dia menyanyikan, "OK, so you’re Brad Pitt. That don’t impress me much." Ketika ditanya siapa yang akan menjadi setara modern dari idola tahun 90-an tersebut, dia menyebut Harry Styles dan menyebutnya "Elvis baru."
Awal bulan ini, penyanyi tersebut menggoda dengan mengganti Pitt dengan Styles saat dia menyanyikan lagu itu selama penampilannya pada 30 Juni di Glastonbury Festival di Inggris.
Dia berkata di podcast BBC "Sidetracked with Annie and Nick," "Saya akan mengatakan Harry Styles ... dan dia juga menyanyi dengan baik." (People/Z-3)
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
FASE darurat kekerasan terhadap penyandang disabilitas memerlukan langkah konkret bersama dan segera untuk mewujudkan perlindungan bagi seluruh warga negara yang diamanatkan UUD 1945.
PELAKSANA Tugas (Plt) Kalemdiklat Polri, Irjen Andi Rian, membeberkan sejumlah hambatan krusial dalam upaya memutus siklus kekerasan di lingkungan pendidikan kepolisian, khususnya Akpol.
Saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, bagian otak yang disebut amigdala dapat mengambil alih kendali.
Viona merupakan atlet dari Jawa Timur yang berani mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan olahraga.
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Psikolog Phoebe Ramadina mengingatkan bahwa rasa tidak nyaman adalah indikator utama pelecehan seksual, meski dibungkus candaan atau pujian di media sosial.
Psikolog klinis Phoebe Ramadina menegaskan rasa tidak nyaman adalah indikator utama pelecehan seksual, baik verbal maupun daring. Simak cara menghadapinya.
PERKULIAHAN di Universitas Indonesia (UI) berjalan normal setelah 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terduga pelecehan seksual secara verbal dinonaktifkan.
Psikolog Kasandra Putranto ingatkan bahaya normalisasi pelecehan seksual verbal seperti catcalling dan candaan seks yang berdampak buruk bagi korban.
DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jabar akan melakukan penyelidikan terkait dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru besar Universitas Padjajaran Bandung.
Universitas Indonesia (UI) harus memberikan sanksi tegas terhadap mahasiswa yang diduga terlibat dalam percakapan bermuatan pelecehan seksual di lingkungan Fakultas Hukum (FH).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved