Psikolog: Candaan yang Membuat Tidak Nyaman Adalah Indikator Pelecehan Seksual

Putri Rosmalia Octaviyani
23/4/2026 19:43
Psikolog: Candaan yang Membuat Tidak Nyaman Adalah Indikator Pelecehan Seksual
Kampanye anti kekerasan seksual di transportasi umum.(Dok. Antara)

PELECEHAN seksual sering kali muncul dalam bentuk yang terselubung dan sulit dikenali secara kasat mata, salah satunya melalui candaan. Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Phoebe Ramadina M.Psi, mengingatkan bahwa rasa tidak nyaman yang muncul akibat sebuah candaan merupakan indikator kuat adanya praktik pelecehan, baik secara verbal maupun daring.

“Indikator paling penting untuk diingat dan perlu diwaspadai sebagai pelecehan seksual adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan korban, meskipun perilaku tersebut belum tampak 'jelas' sebagai pelecehan secara kasat mata,” ujar Phoebe di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Manipulasi "Hanya Bercanda"

Phoebe menjelaskan bahwa di media sosial, pelecehan sering kali dibungkus sebagai candaan atau pujian. Hal ini membuat korban ragu untuk bereaksi. Sering kali, ketika korban menunjukkan ketidaknyamanan, pelaku justru melakukan gaslighting atau meremehkan perasaan korban dengan dalih "hanya bercanda" atau meminta korban agar tidak terlalu terbawa perasaan (baper).

Menurut Phoebe, menyadari rasa tidak nyaman adalah langkah awal yang krusial untuk menetapkan batasan diri (boundaries) tanpa harus menunggu situasi menjadi lebih parah.

Pentingnya Keterampilan Asertif

Untuk menghadapi situasi ini, diperlukan kemampuan asertif, yaitu keberanian menyuarakan kebutuhan dan batasan diri secara sehat namun tegas. 

Mulai dari sampaikan secara langsung, katakan dengan spesifik bahwa komentar atau tindakan tersebut membuat Anda tidak nyaman. Kemudian, mintalah pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya. Penyampaian yang lugas sering kali lebih efektif untuk menghentikan perilaku pelaku.

Selanjutnya kenali bentuknya, wapadai komentar tubuh bernuansa seksual, pesan intim tanpa persetujuan, hingga pengiriman konten seksual yang tidak diminta

Langkah Perlindungan Diri:

Jika Anda merasa telah menjadi korban, prioritaskan keamanan diri dengan langkah berikut:

  • Simpan bukti interaksi (tangkapan layar/rekaman).
  • Batasi atau hentikan kontak dengan pelaku segera.
  • Atur privasi media sosial untuk membatasi akses orang asing.
  • Cari bantuan dari pihak terpercaya atau otoritas berwenang.

Secara psikologis, individu dengan kesadaran diri (self-awareness) yang baik akan lebih peka terhadap tanda-tanda perilaku tidak pantas. "Ketika seseorang merasa berhak atas rasa aman dalam interaksi sosial, ia akan lebih mampu mengambil langkah untuk melindungi dirinya," tutup Phoebe. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya