Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi wacana tarif di Selamat Malaka bagi kapal yang melintasi jalur itu. Hal itu dilontarkan dalam forum Simposium PT SMI di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan dengan awak media di Gedung BPPK Purnawarman Campus, Jakarta, Jumat (24/2), Purbaya menyampaikan yang ditarakan di forum saat itu hanya gurauan.
“Itu bukan konteks serius. Kita (pemerintah) belum pernah merencanakan untuk mengutip. Saya tahu betul peraturannya. Kita adalah pendanatangan UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) enggak bisa kita mengenakan tarif untuk kapal yang lewat, kecuali dalam bentuk-bentuk servis,” jelas Purbaya.
Tarif di Selat Malaka dalam bentuk servis seperti itulah, kata Purbaya, yang akan digalakkan.
Misalnya di Selat Banten kita buat servis macam-macam, antara lain pemanduan atau servis lain, anak buah kapal yang mau ganti, itu di situ yang sekarang banyak di Singapura,” kata menkeu.
“Kita akan galakkan di pulau-pulau yang lain, itu yang akan dibuat untuk labuh jangkar, pengisian bahan bakar, dan lain-lain, itu servis yang dijalankan dalam koridor UNCLOS,” imbuhnya.
Purbaya juga menyadari dalam UNCLOS ada freedom of navigation.
“Itu di freedom of navigation kita diwajibkan menginjinkan kapal-kapal yang lewat di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) kita. Bahkan, kita harus menjaga keamanan di sana,” tegasnya.
Ia mengatakan Indonesia patuh pada peraturan UNCLOS. Pemerintah, ujar dia, tidak bisa sembarangan menerapkan tarif di Selat Malaka untuk kapal-kapal yang melintas.
“Jadi kalau serius itu, dan kita hanya mengaktifkan nanti servis-servis yang dimungkinkan semaksimal mungkin. Jadi bukan kayak uang preman gitu, lewat bayar, lewat bayar. Kita ngerti kewajiban kita di UNCLOS seperti apa, kita sudah ratifikasi, dan kita akan menjunjung hukum yang sudah kita tandatangani,” pungkasnya. (H-4)
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
MENTERI Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah masih membahas terkait pengenaan bea keluar batu bara.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah jalankan 'survival mode' untuk jaga ekonomi, fokus pada efisiensi fiskal dan pemberantasan kebocoran negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan insentif motor listrik Rp5 juta per unit mulai tahun ini untuk percepat transisi energi bersih.
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
FPCI Dino Patti Djalal menghargai pernyataan Menlu Sugiono bahwa Indonesia tidak akan memungut tarif di Selat Malaka seperti diwacanakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
MENTERI Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki rencana untuk memberlakukan tarif bagi kapal yang melintas di Selat Malaka.
Indonesia sempat mengisyaratkan pungutan di Selat Malaka menyusul kebijakan tol Iran di Selat Hormuz. Simak respon Singapura, Malaysia, dan Tailan.
Kepala Staf Gabungan militer AS, Dan Caine menyatakan bahwa kapal perang Amerika kemungkinan akan melakukan pencegatan di jalur Selat Malaka.
Kapal induk mini USS Tripoli terdeteksi mendekati Singapura. Membawa 2.200 personel elit Marinir AS, kapal ini dikabarkan menuju Timur Tengah untuk misi khusus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved