Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menghargai pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bahwa Indonesia tidak akan memungut tarif di Selat Malaka bagi kapal-kapal yang akan melintasi jalur tersebut. Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mewacanakan hal itu.
Dino menjelaskan apabila tarif di Selat Malaka diberlakukan, dapat berdampak negatif bagi kredibilitas Indonesia secara internasional.
Indonesia, kata dia, merupakan salah satu pelopor sekaligus arsitek UN Convention of Law and Sea (UNCLOS).
"Saya menghargai pernyataan Menlu Sugiono atas penolakan wacana pemungutan pajak terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka," ucap Dino lewat unggahannya di medsos X, Jumat (24/4).
Apabila tarif di Selat Malaka diberlakukan akan membuat suasana KTT ASEAN di Cebu, Filipina, tidak nyaman. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir dalam acara itu Mei 2026.
Dino mengatakan tarif di Selat Malaka akan melanggar hukum internasional. Negara-negara di ASEAN dan internasional akan melayangkan protes pada Indonesia.
"Kita sangat bergantung pada konvensi hukum laut, sebagai instrumen hukum internasional yang menjamin keabsahan konsep wawasan nusantara NKRI, di mana Indonesia akhirnya memiliki kedaulatan penuh atas laut-laut di antara kepulauan nusantara yang sebelumnya adalah wilayah laut bebas internasional," terang Dino.
Ia menyarankan agar para pejabat di pemerintah bersikap hati-hati dalam menyatakan suatu wacana pada publik.
Ide-ide, termasuk wacana tarif di Selat Malaka, menurutnya dikoordinasikan melalui mekanisme inter-departemen serta meminta persetujuan presiden. (Ant/H-4)
MENTERI Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi wacana tarif di Selamat Malaka bagi kapal yang melintasi jalur itu.
MENTERI Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki rencana untuk memberlakukan tarif bagi kapal yang melintas di Selat Malaka.
Indonesia sempat mengisyaratkan pungutan di Selat Malaka menyusul kebijakan tol Iran di Selat Hormuz. Simak respon Singapura, Malaysia, dan Tailan.
Kepala Staf Gabungan militer AS, Dan Caine menyatakan bahwa kapal perang Amerika kemungkinan akan melakukan pencegatan di jalur Selat Malaka.
Kapal induk mini USS Tripoli terdeteksi mendekati Singapura. Membawa 2.200 personel elit Marinir AS, kapal ini dikabarkan menuju Timur Tengah untuk misi khusus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved