Perempuan Penjaga Energi

M Ilham Ramadhan Avisena
24/4/2026 16:22
Perempuan Penjaga Energi
Nadia Silvia(dok.istimewa)

DI balik hiruk-pikuk operasi industri minyak dan gas yang berjalan tanpa henti, hadir sosok-sosok perempuan yang memainkan peran penting dalam menjaga pasokan energi nasional. Meski jumlahnya tak banyak, kontribusi mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari keberlangsungan produksi migas.

Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tercermin dalam kiprah para pekerja perempuan di sektor ini. Bukan sekadar gagasan, nilai-nilai tersebut menjelma dalam keberanian untuk hadir dan bertahan di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki. Seperti pesan Kartini, “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang,” yang kini hidup dalam langkah nyata perempuan masa kini.

Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang. Dengan ketelitian tinggi, ia memastikan proses produksi minyak dan gas berjalan optimal. Baginya, peran tersebut menjadi bukti bahwa perempuan mampu berkontribusi langsung dalam menggerakkan energi negeri.

Di lokasi lain, Andi Nandayani bertugas sebagai Plant Operator di Zulu Flowstation milik PHE ONWJ. Di tengah kondisi lapangan lepas pantai Laut Jawa yang penuh tantangan, ia berada di garis depan dalam menjaga keselamatan operasional. Setiap langkah pengecekan hingga respons terhadap potensi risiko menjadi bagian dari tanggung jawabnya agar proses produksi tetap aman dan efisien.

Sementara itu, di fasilitas Power & Gas Pabelokan Island, Syifa Khairunnisa menjalankan perannya sebagai Jr. Officer Warehouse & Distribution di PHE OSES. Ia memastikan seluruh peralatan dan material operasional tercatat dan terdistribusi dengan tepat. Peran yang kerap tak terlihat ini justru menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional.

Di atas platform lepas pantai yang menghadapi terpaan angin dan ombak, Chagita Salisa Nabillah mengemban tanggung jawab sebagai Chief Operator Produksi di PHE OSES. Ia memastikan produksi berjalan dengan aman dan andal, sekaligus menjadi salah satu perempuan yang membuka jalan bagi keterlibatan lebih luas perempuan di sektor ini.

Kisah-kisah tersebut mencerminkan wajah Kartini masa kini di lingkungan Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa. Perempuan tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, melainkan bagian penting dari penggerak utama dalam operasional energi nasional.

Momentum peringatan Hari Kartini menjadi pengingat bahwa peran perempuan terus berkembang. Dari ranah domestik hingga industri strategis, perempuan hadir sejajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata.

Melalui berbagai inisiatif, Pertamina dan anak perusahaannya juga terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan setara. Dengan demikian, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.

Di balik energi yang mengalir ke seluruh penjuru negeri, terdapat dedikasi dan kerja keras para perempuan yang tak selalu terlihat. Dari darat hingga lepas pantai, mereka melangkah pasti, menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga energi Indonesia tetap menyala. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya