Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Profesor Rahma Gafmi menilai, intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar spot, Domestic Non- Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) merupakan langkah taktis dalam meredam gejolak nilai tukar rupiah. Menurutnya, instrumen tersebut efektif sebagai “rem darurat” ketika pasar mengalami tekanan ekstrem.
"Ini langkah taktis efektif sebagai rem darurat dan akan lebih ampuh untuk jangka pendek. Mengapa ampuh? Karena dampaknya seketika," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, saat pasar mengalami panic selling atau aksi jual saham/aset investasi secara massalakibat sentimen global seperti konflik perang, Bank Indonesia perlu hadir untuk memastikan ketersediaan likuiditas dolar AS. Tanpa intervensi, nilai tukar rupiah berpotensi terjun bebas hanya karena faktor psikologis pasar.
Rahma menjelaskan bahwa melalui instrumen NDF dan DNDF, Bank Indonesia dapat menyediakan likuiditas valuta asing tanpa harus langsung menguras cadangan devisa di pasar spot. Hal ini karena transaksi tersebut diselesaikan dalam rupiah, yaitu berdasarkan selisih nilai tukar, sehingga BI tidak perlu mengeluarkan dolar dalam jumlah besar seperti pada intervensi di pasar spot.
DNDF sangat efektif untuk menjangkar ekspektasi pasar/kurs masa depan agar tidak liar, terutama saat pasar spot sedang sangat volatil.
"Instrumen ini berfungsi sebagai rem darurat untuk meredam kepanikan jangka pendek akibat sentimen global seperti eskalasi di Timur Tengah," katanya.
Namun, menurutnya kebijakan itu punya kelemahan karena hanya meredam gejala, seperti gejolak nilai tukar. Artinya, tidak cukup jika hanya mengandalkan dua instrumen tersebut, karena kebijakan itu belum menyentuh akar masalah, yaitu perbedaan imbal hasil (yield differential) antara aset dalam negeri dan luar negeri.
"Penggunaan instrumen tersebut juga memiliki keterbatasan dan tidak dapat dilakukan secara terus-menerus karena berisiko menggerus cadangan devisa," terangnya.
Sebaliknya, Rahma berpandangan jika BI menaikkan suku bunga acuan akan lebih efektif dalam jangka menengah hingga panjang. Kebijakan ini menyentuh akar persoalan, yakni menjaga daya tarik investasi di tengah tekanan arus modal keluar (capital outflow).
"Intervensi pasar BI ini adalah obat pereda nyeri yang bekerja cepat," kata Rahma.
Ia mengibaratkan, kenaikan suku bunga sebagai antibiotik yang mengatasi masalah secara lebih mendasar. Dalam kondisi tekanan global yang kuat, penyesuaian suku bunga menjadi instrumen yang lebih pre-emptive untuk menjaga stabilitas rupiah secara berkelanjutan.
Kenaikan BI-Rate dinilai tepat dilakukan jika pelemahan rupiah sudah bersifat persisten dan mulai mengancam target inflasi melalui imported inflation atau inflasi akibat perubahan harga maupun kondisi nilai mata uang asing.
Rahma menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada April 2026 dinilai cukup signifikan akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak melalui dua jalur utama, yakni lonjakan harga energi dan arus modal keluar. (H-4)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
WAKIL Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang turut buka suara terkait dengan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap Dolar AS.
BANK Indonesia (BI) didesak untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah guna mengatasi tren pelemahan nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan yang taktis dan terukur.
Kenaikan harga energi global, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian pasar keuangan kembali menekan stabilitas ekonomi domestik.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.105 per dolar AS usai tensi AS-Iran meningkat. Ancaman gangguan energi global memicu sentimen risk-off di pasar.
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved