Purbaya Dorong Aliran Investasi AS ke Indonesia

Insi Nantika Jelita
14/4/2026 13:40
Purbaya Dorong Aliran Investasi AS ke Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong peningkatan aliran investasi dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia melalui serangkaian pertemuan dengan investor global di New York dan Washington DC. Ia meyakinkan sejumlah investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

"Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," kata Purbaya dalam keterangan resmi, Selasa (14/4).

Kepada sejumlah investor AS, Purbaya menegaskan fundamental makroekonomi Indonesia tetap kuat serta didukung arah kebijakan fiskal yang kredibel, guna menumbuhkan kepercayaan investor dan memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah dinamika ekonomi global.

"Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ucapnya. 

Menkeu mengeklaim investor asal Amerika Serikat pada dasarnya tidak meragukan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang pemerintah Indonesia. Namun, mereka tetap ingin memastikan kondisi terkini terkait kenyamanan berinvestasi di Indonesia

"Mereka (investor) enggak ragu, cuma mereka dengar ada noise (kebisingan) bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ucap Purbaya.

Ia pun menjelaskan secara rinci mengenai arah dan kekuatan kebijakan fundamental yang dimiliki. Purbaya menilai para investor tersebut memiliki pemahaman yang baik, sehingga mampu menerima penjelasan yang disampaikan, terutama karena dinilai selaras dengan teori-teori ekonomi yang berlaku.

"Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambahnya.

Purbaya juga mengungkapkan dirinya menerima masukan positif dari para investor agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi, khususnya dengan investor asal Amerika Serikat. Hal ini dinilai penting mengingat fondasi makroekonomi Indonesia sebenarnya sudah dianggap sangat kuat.

Terkait kebijakan fiskal, para investor disebut telah memiliki keyakinan bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah sudah tepat. Namun demikian, mereka menilai sejumlah lembaga pemeringkat internasional bertindak terlalu cepat dalam mengubah penilaian terhadap Indonesia, seperti dalam pemberian outlook negatif. 

Perubahan tersebut dinilai dilakukan saat data ekonomi terkini belum sepenuhnya lengkap, sehingga belum mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

"Soal kebijakan fiskal (Indonesia), mereka sudah yakin arahnya sudah benar. Mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif," klaimnya.

Ketika ditanya mengenai strategi untuk meningkatkan keyakinan investor agar berinvestasi di Indonesia, Purbaya menegaskan kunci utamanya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap sesuai dengan target dalam APBN. Ia menyampaikan pemerintah akan terus memastikan ekonomi tumbuh sebagaimana yang telah direncanakan. Menurutnya, apabila Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,5% pada triwulan I dan tetap menunjukkan kinerja yang kuat pada triwulan II 2026.

"Ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia. Jadi kita fokus memastikan kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” pungkas menkeu.

Adapun sejumlah investor AS yang melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan pada Senin, 13 April di New York antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett dan TD Asset Management. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya