Gencatan Senjata Bantalan Positif bagi Rupiah, Pasar Pantau Harga Minyak

Media Indonesia
08/4/2026 19:30
Gencatan Senjata Bantalan Positif bagi Rupiah, Pasar Pantau Harga Minyak
Ilustrasi.(Antara Foto)

GENCATAN senjata bersyarat selama dua minggu yang disepakati Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Iran menjadi bantalan positif bagi nilai tukar rupiah setelah sempat melemah. Hal itu disampaikan Ekonom Permata Bank Josua Pardede.

"Saya melihat kabar gencatan senjata sementara antara AS dan Iran memang memberi bantalan positif bagi rupiah, tetapi dampaknya lebih sebagai penahan tekanan," kata dia di Jakarta, Rabu (8/4).

Menurutnya nilai tukar rupiah akan sangat bergantung pada arah setelah gencatan senjata. Konflik yang diharapkan mereda bisa jadi hanya jeda yang mendorong tekanan terhadap rupiah kembali.

Gencatan senjata, ujar dia, akan berpengaruh pada pembukaan kembali Selat Hormuz sehingga kapal-kapal diperbolehkan kembali melintas. Sebab, itu merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang berpengaruh pada harga minyak.

Apabila harga minyak dunia tetap di atas 100 dolar AS per barel, ia mengatakan hal itu justru pijakan baru dan dunia tak bisa kembali pada kondisi sebelum perang Iran.

Setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan, Josua mencatat harga minyak Brent turun sekitar 16 persen ke 91,70 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 14 persen.

Indeks dolar juga dilaporkan melemah sekitar 0,6-0,7 persen, imbal hasil surat utang AS menurun, dan pasar kembali membuka peluang penurunan suku bunga The Fed hingga sekitar 60 persen pada akhir tahun.

Kombinasi kedua hal itu, ujar dia, dapat menurunkan tekanan dari sisi impor energi dan meredam dorongan penguatan dolar sebagai aset aman sehingga mencegah pelemahan rupiah semakin dalam.

"Sebelum kabar ini pasar masih sangat berhati-hati. Saya menilai sentimen gencatan senjata ini belum cukup kuat untuk membalik arah rupiah," ucap dia. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya