Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga minyak dunia yang melonjak menimbulkan kekhawatiran terhadap tekanan fiskal di dalam negeri. Ruang untuk mempertahankan defisit APBN tidak melampaui ambang batas 3% semakin menantang. Sebagai informasi, harga minyak dunia sempat menyentuh kisaran US$140 per barel.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memaparkan sejumlah skenario pergerakan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap defisit APBN RI. Skenario pertama adalah bila terjadi de-eskalasi cepat.
Artinya, harga minyak setelah menyentuh US$140 segera turun ke kisaran US$80–85 dalam waktu dekat. Dalam kondisi ini, rata-rata tahunan masih bisa dijaga di sekitar US$85.
Dalam hal ini tambahan beban subsidi relatif terbatas dan defisit masih bisa dijaga di bawah 3% PDB, yakni sekitar 2,6%–2,7%. “Tapi harus jujur, probabilitas skenario ini rendah karena belum ada sinyal kuat penurunan tensi global,” kata Yusuf kepada Media Indonesia, Minggu (5/4).
Skenario kedua adalah koreksi bertahap. Dalam hal ini harga minyak dunia masih tinggi dalam waktu dekat, lalu turun ke kisaran US$100-an di pertengahan tahun dan mendekati US$90 di akhir tahun.
Dalam skenario ini, kata Yusuf, rata-rata harga tahunan naik ke sekitar US$95–100. Tambahan beban subsidi bisa di kisaran Rp150–160 triliun. “Defisit bergerak sangat dekat ke 3%, sekitar 2,9%. Ini posisi yang sangat rapuh karena hampir tidak ada ruang buffer,” ujarnya.
Skenario ketiga, menurut Yusuf, paling realistis saat ini yakni harga tinggi bertahan lebih lama. Dalam hal ini minyak di kisaran US$130–140 hingga pertengahan tahun, lalu baru turun ke sekitar US$100. Dalam kondisi ini, rata-rata tahunan bisa di atas US$105.
Pada kondisi tersebut tambahan beban subsidi mendekati Rp200–230 triliun dan defisit berpotensi menembus 3%, bahkan ke kisaran 3,1%–3,2%. Artinya batas fiskal kemungkinan dilanggar dalam waktu relatif dekat.
Adapun skenario keempat adalah eskalasi ekstrem, di mana harga tetap di atas US$140 lebih lama. Dalam kondisi ini, kata Yusuf, rata-rata tahunan bisa di atas US$110, beban subsidi melonjak lebih dari Rp250 triliun, dan defisit bisa mencapai 3,3% atau lebih.
“Apalagi kalau kurs ikut melemah. Ini sudah masuk zona tekanan serius terhadap kredibilitas fiskal,” ujarnya.
“Dari seluruh skenario ini, kesimpulan utamanya cukup jelas. Tanpa penyesuaian kebijakan, terutama di sisi energi, menjaga defisit tetap di bawah 3% akan sangat sulit, kecuali kita berada di skenario optimistis yang probabilitasnya kecil,” pungkasnya. (E-3)
Direktur CELIOS menilai rencana kenaikan harga Pertamax 92 tepat untuk kurangi beban APBN, namun ingatkan risiko migrasi konsumsi ke Pertalite.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menegaskan larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan dinas.
Kondisi ini membuat harga BBM domestik masih sensitif terhadap perubahan eksternal, sehingga perlindungan terhadap daya beli masyarakat menjadi semakin penting.
enaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak seragam dinilai berpotensi membuat konsumen beralih ke produk yang lebih murah.
Sementara untuk BBM subsidi, lanjut dia, harganya tidak akan dinaikkan sampai harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) mencapai US$100.
Harga BBM dan LPG non-subsidi naik tajam April 2026. Pengamat khawatir terjadi peralihan ke subsidi. Ini solusi agar distribusi tetap tepat sasaran.
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved