Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Peluncuran delapan butir transformasi budaya kerja nasional dinilai menjadi langkah awal pemerintah yang tepat dalam merespons tekanan global akibat konflik TImur Tengah. Eskalasi konflik sejak akhir Februari 2026 telah memicu gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, mendorong harga minyak mentah Brent mendekati US$120 per barel serta menekan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp16.900-Rp17.058 per dolar AS.
Sejumlah langkah awal telah diambil pemerintah, mulai dari penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara, efisiensi perjalanan dinas, refocusing belanja kementerian dan lembaga, hingga penguatan agenda efisiensi energi. GREAT Institute menilai kebijakan tersebut relevan dan terukur sebagai respons awal. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada durasi dan kedalaman konflik global. Jika tekanan berlangsung lebih lama, risiko terhadap APBN 2026 berpotensi meningkat dan melampaui batas defisit fiskal 3% dari PDB.
Peneliti GREAT Institute, Yossi Martino, menyebut langkah pemerintah saat ini masih berada pada fase awal penanganan krisis. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar apakah pemerintah telah bertindak, melainkan apakah paket kebijakan yang ada cukup kuat untuk menjaga stabilitas fiskal, harga, dan kepercayaan pasar.
"Indonesia memasuki 2026 dengan ruang fiskal yang relatif sempit, sementara ketergantungan terhadap impor energi masih tinggi, sehingga membuat ekonomi domestik rentan terhadap gejolak eksternal," tutur Yossi.
Kajian GREAT Institute yang menggunakan simulasi quadruple shocks, yakni kombinasi kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, kenaikan imbal hasil obligasi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, menunjukkan arah risiko fiskal yang semakin meningkat. Dalam skenario moderat, defisit diperkirakan sudah melewati batas 3 persen PDB, dan dalam skenario terburuk dapat mencapai lebih dari 4%. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan global memiliki dampak langsung terhadap stabilitas fiskal nasional.
Peneliti GREAT Institute lainnya, Adrian Nalendra Perwira, menjelaskan bahwa pada tahap awal pemerintah masih dapat mengandalkan langkah administratif seperti efisiensi anggaran, penyesuaian belanja, serta optimalisasi program yang sudah berjalan. Namun, jika tekanan meningkat ke level yang lebih berat, kebijakan tersebut tidak lagi cukup.
"Dalam kondisi tersebut, opsi yang lebih sensitif seperti penyesuaian harga BBM subsidi mulai menjadi pertimbangan, yang tentunya harus diimbangi dengan perlindungan sosial bagi kelompok rentan," jelas Adrian.
Selain itu, GREAT Institute juga mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah struktural melalui pembentukan satuan tugas yang fokus pada pengelolaan utang, peningkatan penerimaan negara, serta menjaga kepercayaan pasar dan lembaga pemeringkat. Menurut Adrian, kredibilitas fiskal tidak hanya ditentukan oleh angka defisit, tetapi juga oleh kejelasan arah kebijakan, konsistensi komunikasi, dan kesiapan strategi jangka menengah.
Dalam perspektif yang lebih luas, GREAT Institute menekankan bahwa ketahanan fiskal tidak dapat dipisahkan dari ketahanan energi. Ketergantungan pada impor energi membuat Indonesia rentan terhadap setiap guncangan geopolitik global. Oleh karena itu, penguatan cadangan energi, reformasi subsidi, serta diversifikasi sumber energi perlu menjadi bagian integral dari strategi ekonomi nasional.
GREAT Institute memandang konflik di Timur Tengah saat ini sebagai peringatan penting bahwa kedaulatan energi dan kesehatan fiskal merupakan dua hal yang saling terkait. Tanpa pembenahan struktural, Indonesia berisiko terus menghadapi tekanan serupa setiap kali terjadi krisis global. Karena itu, respons terhadap situasi saat ini tidak hanya harus bersifat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi reformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan. (E-3)
Prabowo resmi mulai hilirisasi Rp116 triliun dengan 13 proyek strategis. Targetnya jelas, hentikan ekspor mentah dan dorong ekonomi mandiri Indonesia.
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Di Mentawai, Sumatera Barat, keberhasilan transisi energi justru ditentukan oleh perlindungan hak atas tanah masyarakat serta keterlibatan aktif warga lokal dalam pengelolaan energi.
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai proyek PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis Indonesia hadapi krisis energi global dan konflik geopolitik.
Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang.
Upaya memperkuat budaya keberlanjutan terus digencarkan sektor energi melalui keterlibatan langsung sumber daya manusia sebagai agen perubahan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Donald Trump mengklaim fasilitas minyak Iran akan meledak dalam tiga hari karena blokade laut AS. Namun, para pakar membantah teori tersebut.
Upaya damai Iran-AS di ambang kegagalan setelah Trump membatalkan utusan ke Pakistan. Menlu Iran Abbas Araghchi kini menuju Rusia untuk bertemu Putin.
Harga bensin di AS tetap lebih rendah dibanding Eropa meski ada perang Iran. Simak faktor pajak dan produksi minyak yang mempengaruhinya.
Presiden Donald Trump menolak perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Ketegangan di Selat Hormuz memicu krisis energi global dan ancaman perang terbuka.
Saat ini, pemerintah menjalankan kebijakan yang berfokus pada pengendalian mobilitas guna menekan permintaan bahan bakar minyak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved