Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU kenaikan BBM kembali mencuat seiring beredarnya Surat Keputusan (SK) terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah.
Wahyudi menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu arahan langsung terkait kebijakan penyesuaian distribusi BBM subsidi, yang kerap dikaitkan dengan potensi kenaikan BBM.
“Terkait program penyesuaian pembelian BBM yang wajar, nanti pemerintah yang menentukan. Kami sebagai pelaksana menunggu komando agar semuanya jelas,” ujar Wahyudi di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).
Menanggapi beredarnya SK yang disebut-sebut mengatur pembatasan pembelian BBM subsidi, Wahyudi tidak membenarkan maupun membantah dokumen tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan resmi akan diumumkan secara terbuka oleh pemerintah.
Menurutnya, jika kebijakan seperti ini benar diberlakukan, terutama di tengah isu kenaikan BBM, maka akan ada koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Kalau surat resmi keluar, pasti akan disampaikan ke berbagai pihak terkait. Namun saat ini semua masih menunggu keputusan pemerintah,” jelasnya.
Dalam dokumen yang beredar, disebutkan adanya pengendalian penyaluran BBM jenis solar dan bensin RON 90 (Pertalite). Kebijakan ini disebut sebagai langkah antisipasi krisis energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, yang juga memicu kekhawatiran akan kenaikan BBM.
Adapun rincian pembatasan yang tercantum antara lain:
Selain itu, badan usaha penyalur diwajibkan mencatat nomor polisi kendaraan serta melaporkan distribusi BBM secara berkala setiap tiga bulan atau sewaktu-waktu jika diperlukan.
Jika kebijakan ini benar diterapkan mulai 1 April 2026, langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mengendalikan konsumsi BBM subsidi, terutama di tengah tekanan global yang berpotensi memicu kenaikan BBM.
Meski begitu, pemerintah hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran SK maupun kemungkinan perubahan harga BBM dalam waktu dekat. (Z-10)
Direktur CELIOS menilai rencana kenaikan harga Pertamax 92 tepat untuk kurangi beban APBN, namun ingatkan risiko migrasi konsumsi ke Pertalite.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menegaskan larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan dinas.
Kondisi ini membuat harga BBM domestik masih sensitif terhadap perubahan eksternal, sehingga perlindungan terhadap daya beli masyarakat menjadi semakin penting.
enaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak seragam dinilai berpotensi membuat konsumen beralih ke produk yang lebih murah.
Sementara untuk BBM subsidi, lanjut dia, harganya tidak akan dinaikkan sampai harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) mencapai US$100.
Harga BBM dan LPG non-subsidi naik tajam April 2026. Pengamat khawatir terjadi peralihan ke subsidi. Ini solusi agar distribusi tetap tepat sasaran.
Harga Pertalite April 2026. Simak validasi data harga BBM subsidi dan nonsubsidi di tengah isu tekanan APBN.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut harga Pertamax berpotensi naik mengikuti harga minyak dunia, sementara Pertalite dipastikan aman hingga akhir 2026.
WAKIL Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto menyoroti kenaikan harga BBM nonsubsidi. dan LPG Adisatrya mengkritik keputusan pemerintah tanpa sosialisasi ke pelaku usaha
POLRESTA Banyumas, Jawa Tengah ,meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM dan elpiji memastikan ketersediaan energi setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi
Kementerian ESDM sebut kenaikan harga BBM hari ini, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex per 18 April 2026 dipicu harga minyak dunia. Cek daftar harga terbaru di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved