Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, menilai probabilitas pelemahan rupiah di awal perdagangan cukup tinggi seiring meningkatnya konflik Iran-Israel dan Amerika Serikat.
Menurutnya, posisi rupiah saat ini memang sudah berada pada level rentan, yakni di kisaran Rp16.800 per dolar AS. Rizal menilai, ketika konflik meningkat, pasar global akan memasuki fase risk-off, di mana investor cenderung keluar dari emerging market dan mengalihkan dana ke dolar AS serta US Treasury.
“Shock geopolitik berfungsi sebagai trigger, bukan penyebab utama,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (1/3).
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan harga minyak turut memperbesar kebutuhan valuta asing domestik karena Indonesia masih berstatus net importer energi. Artinya, rupiah menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni capital outflow dan peningkatan permintaan dolar untuk impor BBM.
“Pelemahan di awal perdagangan lebih merupakan respon mekanis pasar terhadap risiko global daripada perubahan fundamental domestik,” kata Rizal.
Ia menjelaskan durasi pelemahan sangat bergantung pada dinamika konflik. Jika eskalasi terbatas dan hanya bersifat shock sentimen, maka tekanan kurs cenderung berlangsung singkat, dari hitungan hari hingga beberapa minggu. Namun, apabila konflik mengganggu jalur distribusi minyak Timur Tengah, dampaknya berubah menjadi shock fundamental.
Dalam skenario tersebut, harga energi naik, impor migas meningkat, inflasi terdorong naik, dan defisit transaksi berjalan melebar. “Rupiah tidak hanya melemah karena psikologi pasar, tetapi karena struktur permintaan dolar domestik meningkat,” ujarnya.
Rizal memetakan setidaknya tiga saluran utama dampak terhadap ekonomi Indonesia, yakni energi, kurs, dan fiskal. Kenaikan harga minyak meningkatkan biaya impor dan menekan neraca perdagangan migas. Pemerintah kemungkinan menahan kenaikan harga energi domestik demi menjaga inflasi, namun konsekuensinya beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi membesar sehingga mempersempit ruang fiskal APBN.
Pelemahan rupiah juga memicu imported inflation karena banyak bahan baku industri masih bergantung pada impor. Biaya produksi manufaktur pun naik, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.
“Dampak akhirnya adalah pertumbuhan ekonomi melambat melalui kombinasi, di mana daya beli tertekan inflasi, investasi tertahan ketidakpastian, dan dunia usaha cenderung wait and see,” ujarnya.
Ia menegaskan, eskalasi Iran-Israel-AS bukan sekadar peristiwa geopolitik bagi Indonesia, melainkan shock makro yang simultan menekan inflasi, nilai tukar, APBN, dan aktivitas perdagangan nasional. (H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved