Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPEKAN menjelang perayaan Natal 2025, minyak goreng Minyakita mulai langka disejumah pasar tradisionla yang ada di Kota Bandung. Kondisi ini mengundang kekhawatiran Masyarakat, terutama pedagang kecil yang mengandalkan produk minyak rakyat tersebut sebagai pilihan utama.
Seperti yang dikatakan Tuti, 47 pedagang di Pasar Sederhana Kota Bandung Jumat (19/12) bahwa dirinya sudah cukup lama tidak menjual Minyakkita karena pasokannya tidak masuk. “Sudah sekitar satu bulan terakhir saya tidak menjual Minyakita. Waktu mau belanja ke grosir, ternyata kosong, akhirnya saya memilih menyediakan minyak goreng kemasan dengan merek lain agar tetap bisa melayani kebutuhan pembeli,” ungkapnya.
Menurut Tuti, minyak goreng kemasan dan merek lain yang dibelinya tergolong masih murah yakni Rp16.400 untuk kemasan satu liter, harga tersebut dinilainya masih cukup terjangkau bagi warga sekitar. Selain minyak kemasan, dia juga masih menjual minyak goreng curah. Untuk produk tersebut, Tuti mematok harga sekitar Rp18.000 per kilogram, menyesuaikan dengan harga pasaran yang berlaku saat ini.
Hal senada juga dirasakan Cecep (39) pedagang di Pasar Baltos Kota Bansung yang mengungkapkan bahwa stok Minyakita di lapaknya sudah habis sejak sekitar dua pekan terakhir dan belum kembali tersedia hingga kini dan di distributor juga kosong.
“Saya belum mengetahui secara pasti penyebab utama kelangkaan Minyakita yang terjadi belakangan ini. Saya hanya bisa memastikan bahwa pasokan dari distributor memang belum kembali masuk,” terangnya.
Cecep menyimpan harapan agar Minyakita bisa kembali tersedia sebelum memasuki puncak masa libur Natal dan Tahun Baru karena kebutuhan minyak goreng biasanya meningkat signifikan menjelang akhir tahun.
Menyikapi kelangkaan Minyakita, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar), mengakui jika saat ini terjadi kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita di sejumlah kabupaten/kota. Kelangkaan dan kenaikan harga minyakita terjadi karena beberapa faktor seperti tingginya minat dan permintaan masyarakat terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (nataru) dan permintaan besar dari program bantuan pangan. Rata-rata harga minyakita di Jabar selama Desember 2025 dikisaran Rp. 16.952 hingga 17.017/liter, relatif stabil meski di atas harga eceran tertinggi (HET) dan masih lebih rendah dari rataan nasional sebesar Rp.17.387/liter.
“Sebanyak 25 kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Bandung dan Kota Bekasi, harga meningkat di atas HET dan tertinggi di Kabupaten Subang mencapai Rp. 18.000 per liter. Hal ini tidak hanya terjadi di Jabar tapi juga secara nasional. Dari 492 kabupaten/kota amatan, 409 kabupaten/kota harganya di atas HET,” jelas Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastian.
Sementara pasokannya, lanjut Nining, berdasarkan data Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) Kemendag, pada November terdapat 23.870 ton di mana 2.354 ton telah diterima pengecer. Sementara pada Desember menunjukkan penurunan pasokan menjadi 13.635 ton, menurun sekitar 40 persen dan yang diterima pengecer baru 204 ton.
“Penurunan kecepatan distribusi ini terjadi karena adanya peraturan Menteri Perdagangan nomor 43 tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Sebagai revisi dari Permendag 18 Tahun 2024. Regulasi ini ditetapkan pada 9 Desember 2025 dan resmi diundangkan pada 12 Desember 2025 yang berlaku sekitar 14 hari setelah pengundangan,” paparnya.
Menurut Nining, pokok dalam regulasi ini adalah, produsen diwajibkan sedikitnya menyalurkan 35 % Minyakita melalui Perum Bulog dan BUMN Pangan. Hal ini untuk mempermudah pemerintah dalam pengendalian harga dan stabilisasi pasokan minyak goreng rakyat.
Peraturan ini untuk menjamin agar harga nantinya itu dijaga di harga HET, jangan sampai melebihi. Dengan keterjaminan adanya distribusi yang dilakukan oleh BUMN ini maka kemudian yang diprioritaskan ke pasar rakyat. Bukan karena kelangkaan tapi sistem distribusi mengalami perubahan.
“Namun kami memastikan bahwa, ketersediaan minyakita relatif aman hingga Nataru. Kami pun aktif melakukan pemantauan harian di 27 kabupaten/kota bekerjasama Satgas pangan secara menyeluruh. Kebetulan kita juga telah melakukan pengawasan terpadu, baik itu pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten/kota dan BPOM. Kami ajak juga dari Kemendag untuk ikut serta dalam pemantauan lapangan,” sambungnya. (H-2)
IHSG ditutup anjlok 3,38% ke level 7.129 akibat lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasokan energi global. Outlook bank RI juga ditekan Fitch.
Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz di tengah blokade AS, memicu lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan diplomatik.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menegaskan bahwa isi pemberitaan tersebut tidak menggambarkan pernyataan resmi secara utuh.
Ia menuturkan, sebagai net-importir minyak dengan lifting sekitar 600 ribu barel per hari dan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari.
Ekonom Mohamed A. El-Erian soroti risiko blokade Selat Hormuz yang picu lonjakan harga energi, helium, dan pupuk akibat ketegangan AS-Iran.
Trump ancam blokade Selat Hormuz yang dibalas oleh Iran dengan peringatan keras. Harga minyak melonjak di atas US$100 per barel, memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Harga minyak goreng nasional naik 1,2% dengan rata-rata Rp19.500 per liter. Simak rincian harga Minyakita, curah, hingga kemasan premium di sini.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Pekanbaru mengumpulkan sejumlah distributor besar penjualan minyak goreng kemasan Minyakita, di Komplek Perkantoran Pemerintah, Tenayan Raya.
IBU rumah tangga dan pemilik warung jajanan di Provinsi Aceh menyatakan kekecewaan mendalam terhadap distribusi minyak goreng subsidi, Minyakita.
PERUM Bulog menegaskan stok beras dan minyak goreng Minyakita dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung penyaluran Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret yang disalurkan sekaligus.
Kenaikan harga Minyakita berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam distribusi maupun penetapan harga
Naiknya harga Minyakita disebabkan program bantuan pangan yang disalurkan pemerintah kepada 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved