IHSG Anjlok Lebih dari 3 Persen, Ini Penyebab Utamanya

 Gana Buana
24/4/2026 18:08
IHSG Anjlok Lebih dari 3 Persen, Ini Penyebab Utamanya
IHSG ditutup anjlok 3,38% ke level 7.129 akibat lonjakan harga minyak.(Dok. Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona merah dalam, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap krisis pasokan energi global yang kembali memanas.

IHSG hari ini ditutup melemah signifikan sebesar 249,12 poin atau 3,38% ke level 7.129,49, sementara indeks saham unggulan LQ45 ikut tertekan 3,51 persen ke posisi 690,76. Tekanan ini mencerminkan sentimen negatif yang merata di pasar.

Kenaikan harga minyak dunia menjadi pemicu utama. Situasi geopolitik yang belum menemukan titik terang, terutama mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan distribusi di Selat Hormuz, memperbesar risiko gangguan pasokan energi global.

Kondisi tersebut mendorong kekhawatiran baru terhadap lonjakan inflasi global dan potensi perlambatan ekonomi. Investor pun cenderung mengambil posisi defensif menjelang sejumlah agenda penting pekan depan.

Pasar saat ini menanti hasil rapat Federal Reserve (FOMC) yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga di kisaran 3,53-3,75%. Selain itu, berbagai data ekonomi Amerika Serikat seperti PDB kuartal I-2026, inflasi PCE, hingga indeks manufaktur ISM juga menjadi fokus utama pelaku pasar.

Dari Asia, perhatian tertuju pada kebijakan Bank of Japan yang diprediksi tetap mempertahankan suku bunga di level 0,75% meski tekanan inflasi meningkat. Sementara itu, bank sentral Eropa dan Inggris juga diperkirakan belum mengubah arah kebijakan moneternya.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG semakin dalam setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar Indonesia, BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI, dari stabil menjadi negatif. Langkah ini menambah kekhawatiran terhadap sektor keuangan nasional.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengamankan 150 juta barel minyak dari Rusiaguna menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Sepanjang perdagangan, IHSG sudah bergerak di zona negatif sejak pembukaan dan tidak mampu keluar dari tekanan hingga penutupan sesi kedua.

Secara sektoral, seluruh indeks melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor konsumen non-primer (-4,14%), diikuti sektor infrastruktur (-4,03%) dan energi (-3,82%).

Aktivitas pasar mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp24,34 triliun, dengan 47,12 miliar saham berpindah tangan. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 83 saham menguat, sementara 670 saham melemah dan 62 stagnan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya