Daftar Risiko Blokade Selat Hormuz dan Dampak Ekonomi Global

Wisnu Arto Subari
14/4/2026 09:45
Daftar Risiko Blokade Selat Hormuz dan Dampak Ekonomi Global
Ilustrasi.(Freepik)

EKONOM Mohamed A. El-Erian menyoroti meningkatnya risiko global yang berasal dari potensi blockade atas blokade di Selat Hormuz. Ini karena ketegangan antara AS dan Iran mengancam akan mengganggu aliran energi yang penting.

Iran Terancam Kehilangan Pendapatan

El-Erian, di platform media sosial X pada Senin (13/4), mencatat bahwa Iran sendiri berada di pusat dampak buruknya. Gangguan total dapat mengurangi pendapatan ekspor minyaknya dan menghilangkan pendapatan yang dihasilkan dari pungutan informal yang dikenakan pada kapal-kapal tertentu yang sebelumnya diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.

Importir Tertekan

Negara-negara, seperti Tiongkok dan Pakistan, yang berhasil mengamankan aliran minyak terbatas, dapat menghadapi kendala pasokan yang lebih ketat, meningkatkan kekhawatiran keamanan energi.

Risiko Konflik AS Meningkat

AS juga mungkin menghadapi risiko karena berkomitmen untuk mengerahkan aset militer tambahan untuk menegakkan blokade balasan. El-Erian memperingatkan bahwa ini meningkatkan kemungkinan konflik langsung yang berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Dampak Ekonomi Global

Selat Hormuz menyumbang sebagian besar pengiriman minyak global. El-Erian juga menunjuk pada konsekuensi ekonomi yang lebih luas. Ia memperingatkan bahwa gangguan di Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi dan input industri utama seperti helium dan pupuk.

El-Erian menguraikan, "Perusahaan, negara, dan rumah tangga di seluruh dunia menghadapi beban dari apa yang kemungkinan akan menjadi kenaikan harga energi, helium, pupuk, dan lain-lain." (Benzinga/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya