Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Mohamed A. El-Erian menyoroti meningkatnya risiko global yang berasal dari potensi blockade atas blokade di Selat Hormuz. Ini karena ketegangan antara AS dan Iran mengancam akan mengganggu aliran energi yang penting.
El-Erian, di platform media sosial X pada Senin (13/4), mencatat bahwa Iran sendiri berada di pusat dampak buruknya. Gangguan total dapat mengurangi pendapatan ekspor minyaknya dan menghilangkan pendapatan yang dihasilkan dari pungutan informal yang dikenakan pada kapal-kapal tertentu yang sebelumnya diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.
Negara-negara, seperti Tiongkok dan Pakistan, yang berhasil mengamankan aliran minyak terbatas, dapat menghadapi kendala pasokan yang lebih ketat, meningkatkan kekhawatiran keamanan energi.
AS juga mungkin menghadapi risiko karena berkomitmen untuk mengerahkan aset militer tambahan untuk menegakkan blokade balasan. El-Erian memperingatkan bahwa ini meningkatkan kemungkinan konflik langsung yang berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Selat Hormuz menyumbang sebagian besar pengiriman minyak global. El-Erian juga menunjuk pada konsekuensi ekonomi yang lebih luas. Ia memperingatkan bahwa gangguan di Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi dan input industri utama seperti helium dan pupuk.
El-Erian menguraikan, "Perusahaan, negara, dan rumah tangga di seluruh dunia menghadapi beban dari apa yang kemungkinan akan menjadi kenaikan harga energi, helium, pupuk, dan lain-lain." (Benzinga/I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved