Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk kelima kalinya tahun ini. Suku bunga tetap berada di angka 4,25% hingga 4,50%. Namun, keputusan kali ini tidak bulat. Dua anggota dewan gubernur The Fed menyatakan ketidaksetujuannya. Ini menjadi pertama kalinya sejak 1993 terjadi dua suara berbeda dalam pengambilan keputusan suku bunga.
Keputusan tersebut diumumkan di tengah gejolak ekonomi AS dengan pertumbuhan di kuartal II sebagian besar dipengaruhi oleh penurunan impor. Pelemahan itu terjadi menyusul aksi perusahaan-perusahaan yang sudah lebih dulu menimbun persediaan pada kuartal pertama untuk mengantisipasi tarif baru yang direncanakan pemerintahan Donald Trump.
Dalam pernyataannya pada Rabu (30/8), The Fed menyebut aktivitas ekonomi di paruh pertama tahun ini mengalami moderasi, sementara kondisi pasar tenaga kerja dinilai masih solid. Meski begitu, The Fed memperingatkan bahwa ketidakpastian terhadap prospek ekonomi tetap tinggi, ditambah dengan tekanan inflasi yang masih cukup kuat.
"Ini adalah masa yang sangat dinamis untuk negosiasi perdagangan. Kita masih cukup jauh dari titik di mana semuanya stabil," ujar Ketua The Fed Jerome Powell ketika ditanya soal kesepakatan tarif AS dan apakah hal itu memberi kepastian lebih bagi pembuat kebijakan dalam mengevaluasi dampak tarif.
Meski ada perbedaan pendapat dari dua gubernur The Fed, yaitu Christopher Waller dan Michelle Bowman, Powell menyebut diskusi berlangsung konstruktif dan menyebut pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang baik dengan berbagai argumen yang mendalam.
Namun, kepala ekonom KPMG Diane Swonk mengkhawatirkan perbedaan di dalam tubuh The Fed. Ia khawatir lembaga tersebut akan menjadi tidak kompak seiring makin dekatnya potensi penurunan suku bunga. Tantangan terbesar yang mungkin dihadapi bank sentral, menurut Swonk, adalah jika angka pengangguran memburuk sementara inflasi justru meningkat.
“Seberapa besar pergeseran tersebut adalah titik pertentangan dan masih diliputi ketidakpastian. Hal ini menempatkan The Fed pada posisi yang tidak nyaman, seperti berjalan di tali tanpa jaring pengaman,” tulis Swonk dalam catatannya.
Sementara itu, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long, menilai Jerome Powell tampaknya mulai membuka kemungkinan penurunan suku bunga pada September, meskipun belum pasti. “Ia berulang kali menyebut ekonomi masih solid dan tangguh, namun juga mengakui adanya risiko penurunan di pasar tenaga kerja,” ujarnya.
Laporan ketenagakerjaan bulan Juli dan Agustus disebut Long akan menjadi kunci bagi arah kebijakan The Fed ke depan. (AFP/E-3)
IHSG ditutup melemah 2,16% ke 7.378,61 akibat rupiah tembus Rp17.300 per dolar AS dan kenaikan harga minyak global. Simak analisis lengkapnya.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif seiring pelaku pasar yang masih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
Rupiah hari ini menguat ke Rp17.168 per dolar AS berkat intervensi BI dan aksi profit taking di tengah tekanan geopolitik global. Cek analisisnya.
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi di Bursa Efek Indonesia, seiring sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved