Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Ekonomi IPB University Widyastutik menilai, saat ini, Amerika Serikat (AS) tengah menunjukkan kekuatannya sebagai negara besar melalui pengaruhnya terhadap harga pasar global. Presiden AS Donald Trump memandang tarif sebagai alat ampuh untuk menghidupkan kembali manufaktur dan menumbuhkan ekonomi AS.
"Trump lupa lesson learned Trade War I, ketika pengenaan tarif terhadap Tiongkok relatif tidak efektif menekan defisit neraca perdagangannya. Karena industri domestik AS tidak mampu mensubstitusi produk impor, pengenaan tarif justru mengganggu produksi dan memicu inflasi di AS," ujarnya.
Dosen Departemen Ilmu Ekonomi IPB University ini mengungkapkan, lesson learned Trade War jilid I dengan model recursive dynamic Global Trade Analysis Project (GTAP) menunjukkan, dampak dari perang dagang terhadap AS, Gross Domestic Product (GDP) turun sebesar 0,23% di 2025 dan turun lebih besar, yaitu 0,29% pada 2030.
"Tiongkok turun lebih besar, yaitu 0,55% di 2025 dan 0,71% di 2030. Kinerja ekspor maupun impor kedua negara juga diprediksi turun," jelas Sekretaris Lembaga Riset Internasional Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Kawasan IPB University ini.
MI/HO--Pakar Ekonomi IPB University WidyastutikDi sisi lain, lanjutnya, sebagaimana diprediksi oleh Cali (2018) dan Lu (2020), Indonesia, Vietnam, dan Thailand diprediksi memperoleh benefit berupa relokasi perdagangan dan investasi dari AS dan Tiongkok.
Berbeda dengan PD I dan PD II, saat ini, AS mengenakan tarif tidak hanya pada Tiongkok tetapi pada lebih dari 180 negara. Diidentifikasi Tiongkok dikenakan tarif cukup tinggi melalui skema kebijakan USA Discounted Reciprocal Tariffs sebesar 34% dan ada indikasi naik per 10 April 2025, 125%.
"Tarif resiprokal yang dikenakan AS ke Indonesia sebesar 32% relatif lebih rendah dibandingkan peer countries, Vietnam dan Thailand tetapi lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Filipina, dan Singapura," ujarnya.
Widyastutik menerangkan, fakta menarik menunjukkan performa dinamis produk unggulan ekspor Indonesia ke AS, diproksi dengan Export Product Dynamics (EPD), mengalami pergeseran signifikan di 2020-2023. Produk apparel and clothing accessories (HS 61) dari Rising Star turun menjadi Falling Star sejak 2022-2023.
Produk elektronik (HS 85) serta produk perikanan dan olahan laut (HS 3 dan HS 16) yang semula Rising Star turun posisi menjadi Retreat atau bahkan Falling Star.
Produk yang sebelumnya tidak memiliki posisi kuat seperti pakaian (HS 62) dan karet (HS 40) sempat di posisi Lost Opportunity atau Retreat, berubah menjadi Falling Star.
"Apa artinya? Dengan tarif Trump 2.0, produk unggulan Indonesia makin kehilangan daya saing," tandasnya.
Namun, lanjut dia, dibandingkan produk Tiongkok, tarif AS ke Indonesia relatif lebih rendah.
"Seperti halnya Trade War jilid I, ada indikasi Trade War jilid II menyebabkan pengalihan impor AS asal Tiongkok ke negara-negara ASEAN. Fakta di lapang, importir AS mengalihkan impor produk Tiongkok ke Indonesia salah satunya produk furniture," lanjut Widyastutik.
Ia menekankan, saat ini Vietnam mengusulkan negosiasi dengan AS untuk bersedia menawarkan tarif impor barang AS ke Vietnam hingga 0%. Aksi Vietnam tentunya akan berpotensi meningkatkan daya saing produknya dibanding produk Indonesia.
Sebagai langkah ke depan, ia menyarankan Indonesia untuk fokus pada diplomasi bilateral yang lebih terarah, mengoptimalkan diversifikasi pasar ekspor dan pemanfaatan fora kerja sama perdagangan internasional Indonesia.
"Strategi jangka panjang juga perlu difokuskan pada peningkatan kualitas produk, investasi teknologi, dan penguatan daya saing dalam pasar global tidak hanya sekadar pengenaan tarif seperti strategi retaliasi tarif Trump saat ini," pungkasnya. (Z-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Menurut Menbud RI, tahun lalu, Indonesia memproduksi sekitar 250 film dengan penonton lebih dari 80 juta. “Film kita punya potensi besar untuk go international “ ujarnya.
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
National Gallery Singapore menghadirkan pameran retrospektif pertama He Xiangning di Asia Tenggara, menampilkan 50 karya seni tinta legendaris.
Pakar ITB Yannes Martinus Pasaribu ungkap alasan mobil Tiongkok ungguli merek Jepang di pasar Indonesia, mulai dari fitur melimpah hingga insentif EV.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved