Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pasar modal dan founder Stocknow.id Hendra Wardana meramalkan pergerakan harga saham perbankan masih lesu seiring dengan ramainya aksi jual dari investor asing. Selama sebulan terakhir, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp8 triliun. Dari penjualan bersih Rp3,61 triliun per 24 Januari 2025 menjadi Rp11,68 triliun per 21 Februari 2025.
"Ke depan, aksi jual asing berpotensi masih terjadi, terutama jika bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed menahan suku bunga tinggi lebih lama dan ketidakpastian global belum mereda," ungkapnya, Minggu (23/2).
Selain faktor eksternal, Hendra menjelaskan tekanan terhadap saham perbankan juga dipicu oleh faktor internal. Salah satunya kondisi likuiditas pasar yang masih ketat serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Bank-bank besar di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menjaga pertumbuhan laba karena ekspansi kredit berpotensi terhambat jika permintaan masyarakat menurun.
"Dengan kondisi ini, investor asing semakin berhati-hati dan cenderung melepas kepemilikan mereka di saham-saham perbankan blue chip," imbuhnya.
Di tengah tekanan pasar itu, keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai pengelola aset negara senilai Rp 14.710 triliun menjadi perhatian tersendiri. Dengan model pengelolaan yang mengacu pada Temasek Holdings Singapura, Danantara diharapkan mampu menarik investasi, meningkatkan likuiditas pasar modal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Jika badan ini dapat menjalankan misinya secara profesional, tidak tertutup kemungkinan tekanan di pasar saham, termasuk di sektor perbankan, dapat mereda.
"Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga independensi dan transparansi pengelolaan aset Danantara agar tidak rentan terhadap kepentingan politik," tuturnya.
Secara teknis, beberapa saham perbankan saat ini cenderung masih akan mengalami pelemahan dengan menguji area support terkuatnya, seperti PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA di level 8.825, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI di level 3.800, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI di angka 4.830, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI di level 4.100.
"Jika tekanan jual terus berlanjut dan level ini tidak mampu bertahan, koreksi lebih dalam berpotensi terjadi dalam waktu dekat," pungkasnya.
Dihubungi terpisah, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menerangkan, indeks saham global MSCI terus melakukan penyesuaian pembobotan saham Indonesia.
"Ini berarti investor asing semakin kurang tertarik dengan saham-saham kita," ucapnya.
Faktor internal seperti maraknya pratik korupsi, melemahnya daya beli masyarakat, pertumbuhan penerimaan pajak yang tidak sesuai harapan, dan pemangkasan anggaran negara dinilai menjadi biang keladi melemahnya kepercayaan investor. (Ins/E-1)
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pengguna kini dapat mengakses pasar domestik dan global dalam satu aplikasi terpadu.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Di pasar saham Indonesia yang terus meningkat sepanjang awal 2026, satu kenyataan kembali mencuat ke permukaan, sebagian besar investor retail Indonesia masih trading dalam kondisi buta data.
IHSG ditutup melonjak 4,42 persen ke level 7.279,21 usai sentimen gencatan AS-Iran memicu risk-on. Namun analis mengingatkan reli ini rawan sementara.
Platform riset dan edukasi investasi Invesnesia menilai diversifikasi lintas aset menjadi strategi penting bagi investor dalam menghadapi ketidakpastian global yang kian meningkat.
PADA kuartal pertama 2026, pertumbuhan pembiayaan dan peningkatan kualitas portofolio mengantarkan PT Bank BTPN Syariah Tbk menorehkan kinerja positif.
RUPST SMBC Indonesia menyetujui pembagian dividen tunai 20% dari laba bersih 2025 dan mengangkat Emilya Tjahjadi sebagai Direktur baru.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
DI atas kertas, Indonesia hari ini terlihat kuat. Kita memiliki bantalan fiskal Rp420 triliun, nilai yang tidak hanya besar, tetapi juga menenangkan. Sebanyak Rp120 triliun di Bank Indonesia
Lupa password akun penting? Simak 7 cara praktis mengakses sandi yang tersimpan di HP Android, iPhone, hingga Laptop Windows dan Mac secara aman.
Sidang perkara kredit PT Sritex yang melibatkan mantan pejabat Bank DKI, Babay Farid Wajdi, membahas risiko perbankan dan prosedur mitigasi kredit bermasalah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved