IHSG Ditutup Melonjak 4,42 Persen, Sentimen Damai AS-Iran Picu Optimisme Investor

 Gana Buana
08/4/2026 16:44
IHSG Ditutup Melonjak 4,42 Persen, Sentimen Damai AS-Iran Picu Optimisme Investor
HSG ditutup melonjak 4,42 persen ke level 7.279,21 usai sentimen gencatan AS-Iran memicu risk-on.(Antara)

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu sore dengan lonjakan tajam, didorong gelombang optimisme investor setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada penutupan perdagangan, IHSG hari ini melesat 308,18 poin atau 4,42% ke level 7.279,21. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut menguat 31,96 poin atau 4,55% ke posisi 733,62.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai reli kuat di pasar saham domestik tidak bisa dilepaskan dari sentimen global jangka pendek yang berubah drastis setelah tensi AS-Iran mereda.

Menurut dia, keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda rencana serangan selama dua pekan, disusul langkah Iran membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz, langsung dibaca pasar sebagai sinyal penurunan risiko global.

Meredanya ancaman gangguan pasokan energi membuat kekhawatiran investor ikut surut. Stabilitas harga komoditas pun kembali terjaga, sehingga minat beli terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia, meningkat tajam.

“Penguatan IHSG yang melonjak signifikan tidak lepas dari munculnya sentimen positif global yang bersifat jangka pendek, terutama kabar meredanya tensi geopolitik antara AS dan Iran,” kata Hendra pada Media Indonesia, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan, pasar sangat peka terhadap isu geopolitik, terutama yang menyangkut jalur distribusi minyak dunia seperti Selat Hormuz. Saat risiko konflik menurun, investor global cenderung kembali masuk ke aset berisiko atau menerapkan strategi risk-on.

Kondisi itu, kata dia, menjadi pendorong utama seluruh sektor di bursa bergerak di zona hijau, dengan saham-saham berbasis komoditas dan energi tampil sebagai motor utama penguatan.

Meski demikian, Hendra mengingatkan reli tajam ini belum tentu menjadi penanda tren naik yang kokoh. Ia menilai pasar masih rentan terhadap perubahan arah sentimen, terutama karena kebijakan dan komunikasi Trump kerap berubah dalam waktu singkat.

Pernyataan yang datang mendadak, menurutnya, bisa kembali memicu gejolak di pasar global. Karena itu, penguatan yang terjadi saat ini lebih layak dibaca sebagai technical rebound ketimbang awal reli jangka panjang yang solid.

Ia menyarankan investor tetap selektif dan disiplin. Momentum rebound masih bisa dimanfaatkan untuk perdagangan jangka pendek, tetapi harus dibarengi manajemen risiko yang ketat agar tidak terjebak euforia sesaat.

“Euforia berlebihan justru berisiko membuat investor masuk di harga puncak, terutama di tengah kondisi pasar yang masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global yang fluktuatif,” ujar Hendra.

Sepanjang hari, IHSG bergerak nyaman di zona hijau. Setelah dibuka menguat, indeks bertahan di teritori positif hingga akhir sesi pertama dan melanjutkan penguatan sampai penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor berakhir menguat. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 8,86 persen, diikuti sektor infrastruktur 5,85% dan sektor industri 5,63%.

Saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain FWCT, KUAS, RMKO, ROCK, dan SOTS. Sementara saham yang terkoreksi paling dalam yakni GSMF, ESIP, CBPE, PTSP, dan WIDI.

Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 2.429.228 kali, dengan volume perdagangan 43 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp22,62 triliun. Sebanyak 623 saham naik, 101 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Penguatan pasar domestik sejalan dengan bursa regional Asia. Hingga sore ini, indeks Nikkei melonjak 2.897,94 poin atau 5,42% ke 56.327,50, Shanghai naik 104,83 poin atau 2,63% ke 3.995,00, Hang Seng bertambah 776,49 poin atau 3,09% ke 25.893,02, dan Strait Times menguat 47,22 poin atau 0,94% ke 5.004,73. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya