Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak mentah dunia merupakan indikator penting dalam ekonomi global.
Fluktuasi harga minyak mentah berdampak langsung pada berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga industri manufaktur.
Baca juga : Pasar Wait and See Emiten Harga Minyak Setelah Keputusan OPEC+
Harga minyak mentah dunia adalah nilai pasar minyak yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran global.
Dua jenis acuan harga minyak yang paling umum adalah Brent Crude dan West Texas Intermediate (WTI), yang digunakan di berbagai belahan dunia.
Ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi global adalah faktor utama yang mempengaruhi harga minyak. Jika produksi minyak melebihi permintaan, harga cenderung turun, dan sebaliknya.
Baca juga : OPEC+ Pangkas lagi Produksi Minyak, Kurangi Pasokan 1 Juta Barel per Hari
OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) sering kali memiliki peran penting dalam mengatur harga dengan mengontrol produksi minyak.
Jika OPEC memutuskan untuk mengurangi produksi, harga minyak biasanya meningkat karena berkurangnya pasokan.
Pertumbuhan ekonomi dunia berpengaruh besar pada permintaan minyak. Ketika ekonomi global melambat, permintaan terhadap minyak menurun, yang bisa menurunkan harga.
Baca juga : Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC+
Ketegangan politik, terutama di negara-negara penghasil minyak, sering kali menyebabkan gangguan dalam pasokan minyak. Perang, sanksi ekonomi, dan konflik lain dapat mendorong harga minyak naik.
Minyak diperdagangkan menggunakan mata uang dolar AS. Jika nilai dolar AS menguat, harga minyak bisa turun di luar AS, tetapi bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, minyak akan menjadi lebih mahal.
Bencana alam seperti badai di wilayah produksi minyak dapat menghentikan produksi dan distribusi, yang berdampak pada penurunan pasokan minyak dan kenaikan harga.
Baca juga : Penguatan Dolar AS Diperkirakan Berlangsung Lama
Pada September 2024, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan. Harga Brent Crude turun ke US$69,19 per barel, sementara WTI turun menjadi US$65,75 per barel. Penurunan ini disebabkan oleh revisi perkiraan permintaan global oleh OPEC serta kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.
Harga minyak mentah dunia sangat dipengaruhi oleh dinamika global yang kompleks, mulai dari keseimbangan permintaan-penawaran, kebijakan OPEC, hingga kondisi geopolitik.
Pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting bagi pengambilan keputusan ekonomi, baik di tingkat perusahaan maupun negara.
IHSG ditutup anjlok 3,38% ke level 7.129 akibat lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasokan energi global. Outlook bank RI juga ditekan Fitch.
Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz di tengah blokade AS, memicu lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan diplomatik.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menegaskan bahwa isi pemberitaan tersebut tidak menggambarkan pernyataan resmi secara utuh.
Ia menuturkan, sebagai net-importir minyak dengan lifting sekitar 600 ribu barel per hari dan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari.
Ekonom Mohamed A. El-Erian soroti risiko blokade Selat Hormuz yang picu lonjakan harga energi, helium, dan pupuk akibat ketegangan AS-Iran.
Trump ancam blokade Selat Hormuz yang dibalas oleh Iran dengan peringatan keras. Harga minyak melonjak di atas US$100 per barel, memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Harga minyak dunia pada April 2026 fluktuatif di kisaran US$90-100 per barel. Simak analisis penyebab dan prediksi rata-rata harga minyak tahun ini.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Produksi minyak OPEC merosot 7,89 juta bph pada Maret 2026 akibat krisis Selat Hormuz. Simak dampak terhadap harga Brent dan pasokan energi global.
Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah AS hingga 2,35%. Trump beri tenggat waktu hingga Selasa bagi Iran untuk membuka jalur laut.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved