Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan terkait penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (19/4), lebih disebabkan oleh peningkatan eskalasi antara Israel dan Iran.
"Ini direspon negatif oleh bursa-bursa di kawasan Asia termasuk Indonesia (turun 1,82%)," kata Irvan, Jumat (19/4).
Pada perdagangan Jumat (19/4), IHSG sempat terkoreksi atau -1,82% ke level 7.036,206, dari penutupan Kamis (18/4) di level 7.166,68.
Baca juga : Serangan Israel ke Iran Berpotensi Membuat Panik Investor
Berdasarkan data terkini, (hampir) seluruh bursa Asia mengalami penurunan di antaranya -0,40% sd -3,31%.
Artinya, ada beberapa bursa yang turun lebih dalam dari Indonesia seperti Filipina (-1,71%), Vietnam (-1,93%), Thailand (-1,81%) dan Jepang (-2,54%).
Dia meminta untuk tetap harus optimistis menyikapi fenomena yang ada, meski belum tahu seperti apa kelanjutan pertikaian antara Israel dengan Iran ini.
Baca juga : IHSG Berpotensi Menguat Seiring Menguatnya Nilai Tukar Rupiah
"Kita tentu berharap tidak sampai menimbulkan perang terbuka antara kedua negara, karena efeknya bisa dirasakan oleh banyak negara lain juga. Kami tentu akan selalu memantau setiap perkembangan dan berkoordinasi juga dengan OJK dan Self Regulatory Organization (SRO) lainnya," kata Irvan.
Terpisah, Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan menguatnya nilai tukar dolar AS pada perdagangan Kamis (18/4) waktu setempat, tidak banyak menggoyahkan pandangan bahwa perekonomian masih dalam kondisi yang kuat.
"Ini menunjukkan bank sentral AS The Federal Reserve kemungkinan akan menunda penurunan suku bunga pertamanya sejak tahun 2020 hingga akhir tahun ini serta memanasnya eskalasi Iran Israel menjadi fokus," kata Ibrahim.
Baca juga : Kedutaan AS di Israel Memerintahkan Karyawan Membatasi Pergerakan
Komentar dari Presiden Fed New York John Williams yang mengatakan tidak ada kebutuhan mendesak untuk menurunkan suku bunga saat ini mengingat kekuatan perekonomian, juga membantu mengangkat dolar AS.
Namun data ekonomi AS yang kuat dan inflasi yang terus berlanjut telah mendorong investor untuk secara drastis memikirkan kembali kemungkinan The Fed menurunkan suku bunganya dalam waktu dekat.
Kemudian, eskalasi Iran-Israel menjadi fokus setelah laporan ledakan di seluruh Iran Berbagai laporan media, termasuk dari kantor berita Iran, menunjukkan ledakan di beberapa wilayah Iran, Suriah dan Irak.
Beberapa outlet berita AS melaporkan para pejabat AS mengatakan bahwa Israel telah melakukan serangan balik terhadap Iran atas serangan minggu lalu.
"Yang menjadi perhatian khusus adalah ledakan di kota Isfahan, yang terletak di dekat beberapa fasilitas nuklir Iran. Iran awal pekan ini telah memperingatkan Israel agar tidak menyerang situs nuklirnya, dan bahkan mungkin mempertimbangkan kembali pembuatan senjata nuklir dalam skenario seperti itu," kata Ibrahim. (Try/Z-7)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved