Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGARAN efisiensi energi dapat menjadi modal pembangunan daerah yang dilanda bencana. Tanpa percepatan rekonstruksi, wilayah yang dilanda bencana akan tertinggal dan mengancam kesejahteraan rakyatnya.
"Anggaran percepatan itu dapat berasal dari anggaran efisiensi subsidi bahan bakar yang anggaran tersebut sejatinya untuk kalangan masyarakat miskin. Seperti diketahui bersama anggaran untuk subsidi bahan bakar sangat besar," kata Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Tengah Muhammad Rizal pada dialog publik dengan tema Subsidi Tepat Sasaran untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat di Daerah Pascabencana, beberapa waktu lalu, di Cafe Fekon Universitas Alkhairaat, Kota Palu.
Dialog itu digelar Sindikasi Muda Indonesia bekerja sama dengan PKC PMII Sulawesi Tengah.
Menurut Rizal, pembangunan untuk daerah pascabencana harus menjadi prioritas pemerintah pusat agar pemerataan pembangunan tercapai.
Jika tidak menjadi prioritas, daerah pascabencana akan tertinggal dibanding dengan daerah-daerah lain karena start mereka berbeda, berawal dari kondisi minus.
Untuk percepatan di daerah pascabencana sangat diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Ia mengatakan anggaran percepatan itu dapat berasal dari anggaran efisiensi subsidi bahan bakar yang anggaran tersebut sejatinya untuk kalangan masyarakat miskin.
Menurutnya, selisih anggaran subsidi tepat sasaran digunakan untuk percepatan di daerah pasca bencana.
“Sekali lagi ini dengan syarat, subsidinya harus tepat sasaran terlebih dahulu. Harus ada efisiensi subsidi bahan bakar dulu, baru itu ada selisihnya untuk percepatan pembangunan di daerah pascabencana. Dengan format ini ada pemerataan pembangunan," terang Rizal.
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan dari Sindikasi Muda Indonesia Muhammad Fakhri mengatakan perlunya kesadaran bersama terkait pentingnya subsidi bahan bakar dilakukan secara tepat sasaran.
“Ada semacam pengetahuan umum kalau pemerintah menaikan harga bahan bakar, negara tidak prorakyat. Padalah masalahnya bukan di situ, masalahnya adalah, bahan bakar yang telah disubsidi diterima oleh yang berhak atau tidak?" paparnya.
Ia mengatakan anggaran subsidi bahan bakar dari APBN menanggung sebagian kecil masyarakat miskin dan sebagian besar masyarakat mampu. Sehingga tanggungan subsidi bahan bakar APBN sangat besar.
Menurut Fakhri, untuk mengatasi masalah itu perlu kesadaran dan upaya dari semua pihak, termasuk masyarakat itu sendiri. Pemerintah maupun perusahaan distributor bahan bakar bersubsidi tengah mencanangkan formula penyaluran supaya tepat sasaran.
“Kita lihat sekarang ada inovasi My Pertamina misalnya, agar bahan bakar minyak bersubsidi dapat diterima hanya oleh yang berhak," jelasnya.
Terobosan itu sangat bagus dan menjadi inovasi yang baik yang harus didukung karena akan membuahkan efesiensi subsidi bahan bakar dalam APBN.
"Nantinya selisih yang besar yang dapat digunakan dari ABPN dengan subsidi tepat sasaran, salah satunya menurut kita adalah pemerataan pembangunan. Termasuk pembangunan di daerah pascabencana," pungkasnya. (RO/OL-1)
PT Pertamina mengapresiasi dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan Elpiji. Hal itu dilakukan melalui sinergi bersama aparat penegak hukum.
Kenaikan harga BBM dan elpiji non-subsidi menciptakan disparitas harga yang cukup siginifikan.
Pengamat menilai karakteristik konsumen BBM non-subsidi tidak mudah berpindah ke BBM dengan oktan lebih rendah.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
Prabowo memastikan subsidi BBM tetap dijaga setahun ke depan untuk 80% rakyat. Kelompok mampu diminta bayar harga pasar demi subsidi lebih tepat sasaran.
Dari 11 kasus tersebut dua di antaranya ditangani langsung oleh Polda Kaltim, sementara sisanya diungkap oleh Polres Berau dan Polres Kutai Barat.
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mencatat selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92-97% kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 7 wilayah Jawa Tengah dan ancaman banjir rob setinggi 1 meter di pesisir Pantura pada Sabtu, 25 April 2026.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 22 daerah Jawa Tengah hari ini. Waspada hujan lebat, angin kencang, serta banjir rob di pesisir utara (Pantura).
MASYARAKAT di Kabupaten Bekasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meski wilayah itu diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026.
BENCANA hidrometeorologi masih menjadi ancaman Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved