Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CENTER for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai produksi sektor pertanian Indonesia terus menurun dalam beberapa tahun belakangan. Produksi beras bahkan menurun dalam tiga tahun ini.
"Produksi beras tahun 2020 semester I mencapai 16,8 juta ton beras, turun 9,7% dari semester yang sama di tahun sebelumnya," kata Felippa Amanta, Kepala Peneliti Center for Indonesian Policy Studies dalam diskusi webinar, Selasa (25/8).
Ia menambahkan, beras bukan satu-satunya sektor produksi yang mengalami penurunan, komoditas lain ada yang berkurang. Mengacu pada data Faostat, Felippa mengatakan produksi kakao atau biji coklat mengalami penurunan sejak 2012. Saat itu, produksi beras mencapai 740.500 ton tetapi angkanya terus menurun hingga di tahun 2017 mencapai 659.776 ton.
Begitupun dengan kopi di tahun 2012 mencapai 691.1633 ton, produksinya terus menurun hingga 2017 mencapai 668.677 ton.
Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia pun kalah dalam hal produksi hasil panen padi. "Indonesia produksi beras mencapai 5,2 ton/hektar, sedangkan Vietnam dengan jumlah hektar yang sama bisa produksi lebih dari 5,8 ton. Itu menandakan produktifitas Indonesia belum maksimal," katanya.
Ia melanjutkan salah satu faktor yang membuat produktifitas menurun adalah investasi pertanian kita masih minim, apalagi investasi asing. "Pada 2019, total penanaman modal asing hanya Rp13,4 triliun, dan total investasi asing 2019 mencapai US$27.095,1 juta, sedangkan invsatasi di sektor pertanian hanya 3% dari total FDI," lanjutnya.
Menurut Felippa, Indonesia cenderung tertutup dengan investasi asing, bahkan mengacu pada data Bank Dunia, keterbukaan Indonesia pada investasi asing ini di bawah Vietnam, India, Malaysia, dan Tiongkok. Ia mengklaim banyak regulasi di bidang usaha yang mengakibatkan Indonesia cenderung tertutup.
Ia mengatakan bebrapa peraturan yang menghambat investasi itu, misalnya pada Undang-Undang No 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura. Ia menyebut pada Pasal 33 membatasi penggunaan sarana hortikultura dari luar negeri dan mensyaratkan keharusan mengutamakan sarana yang mengundang komponen hasil produksi dalam negeri.
Juga Pasal 100 membatasi penamaman modal asing hanya untuk usaha besar hortikultura dengan jumlah modal paling besar 30%. Penanaman modal aing juga wajib menempatkan dana di bank dalam negeri sebesar kepemilikan modalnya.
"Selain itu, ia menyebutkan masih banyak lagi hambatan invesatasi seperti proses perizinan usaha yang rumit dan isu kepemilikaan lahan," pungkasnya. (E-3)
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved