Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak mentah dunia mengalami penurunan sejak awal tahun. Kondisi itu dipengaruhi pelemahan ekonomi global akibat pandemi virus korona (covid-19).
Sejak Senin (13/4) lalu, pergerakan harga minyak terus merosot, khususnya harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI). Itu disebabkan anjloknya permintaan global dan sentimen negatif yang bersumber dari proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang kontraktif.
Baca juga: Harga Minyak Brent Kembali Anjlok, Surplus Pasokan Picu Kepanikan
Pada Selasa (21/4), harga WTI kontrak Mei berada pada level negatif hingga US$ 37 per barel. Produsen harus segera menyerahkan stok kepada konsumen mengingat fasilitas penyimpanan yang terbatas.
Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Publik Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Endang Larasati, berpendapat kondisi itu diperkirakan berdampak secara jangka pendek. Sebab, harga jual WTI kontrak pada Juni masih berkisar US$ 20 per barel.
"Harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini sedikit di atas harga minyak Brent. Perubahan ICP akan berdampak terhadap APBN, mengingat baseline asumsi harga ICP dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2020 ialah US$ 38 per barel untuk harga rata-rata sepanjang 2020," tutur Endang dalam keterangan resmi, Rabu (22/4).
Baca juga: Defisit APBN Capai Rp 852 Triliun, Pemerintah Siap Berhemat
Akan tetapi, jika harga terus mengalami penurunan dan ICP menjadi US$ 30,9 per barel dalam rata-rata setahun, maka defisit APBN diperkirakan bertambah Rp 12,2 triliun.
"Pemerintah terus melakukan pemantauan untuk melakukan kebijakan antisipatif termasuk pengendalian defisit. Salah satunya, melalui evaluasi atas belanja nonproduktif dan mengambil langkah mitigasi untuk menjaga kesinambungan fiskal dan pertumbuhan ekonomi," tutup Endang.(OL-11)
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
IHSG ditutup anjlok 3,38% ke level 7.129 akibat lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasokan energi global. Outlook bank RI juga ditekan Fitch.
Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz di tengah blokade AS, memicu lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan diplomatik.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menegaskan bahwa isi pemberitaan tersebut tidak menggambarkan pernyataan resmi secara utuh.
Ia menuturkan, sebagai net-importir minyak dengan lifting sekitar 600 ribu barel per hari dan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari.
Ekonom Mohamed A. El-Erian soroti risiko blokade Selat Hormuz yang picu lonjakan harga energi, helium, dan pupuk akibat ketegangan AS-Iran.
Trump ancam blokade Selat Hormuz yang dibalas oleh Iran dengan peringatan keras. Harga minyak melonjak di atas US$100 per barel, memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved