Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Lantaran kesibukan, beberapa keluarga kadang melewatkan waktu untuk makan malam bersama. Padahal proses makan malam bersama itu penting karena dapat meningkatkan keseharan fisik dan mental untuk anak dan remaja.
Temuan terbaru menunjukan peningkatan komunikasi orangtua dan anak dapat mengurangi perilaku berisiko yang tidak sehat dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Peningkatkan komunikasi tersebut dapat dilakukans saat setiap keluarga berkumpul untuk makan bersama.
Penelitian yang dilakukan The National Center on Addiction and Substance Abuse (CASA) di Universitas Columbia menyebutkan, semakin sering anak-anak makan malam bersama orangtua mereka, akan semakin kecil kemungkinan mereka untuk merokok, minum, atau menggunakan obat-obatan terlarang.
CASA membandingkan remaja yang makan malam bersama keluarga sebanyak lima atau tujuh kali dalam seminggu dengan mereka yang melakukannya dua kali atau kurang. Mereka yang sering makan bersama ternyata empat kali lebih kecil kemungkinannya untuk merokok, dua setengah kali lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan ganja, dan setengahnya lebih kecil kemungkinannya untuk minum alkohol.
Remaja yang secara teratur makan malam bersama keluarga juga lebih mungkin untuk mendapatkan nilai dan prestasi lebih baik di sekolah. Nilai yang lebih baik dikaitkan dengan risiko penyalahgunaan zat adiktif yang lebih rendah.
CASA menekankan bahwa makan malam keluarga memiliki hubungan yang mirip dengan kesehatan mental. Ini dapat dijadikan sebagai cara untuk membuat remaja yang sedang mengalami depresi, kecemasan, dan masalah emosional lainnya.
Hal ini juga didukung oleh penelitian satu dekade sebelumnya dari Students Against Destructive Decisions (SADD) dan Liberty Mutual Insurance yang menemukan bahwa peningkatan tingkat komunikasi orang tua dan anak dapat mengurangi perilaku berisiko yang tidak sehat dan meningkatkan kesejahteraan emosional.
Seperti dikutip dari pyschologytoday.com, Kamis (4/11), Stephen Gray Wallace, MS Ed., seorang profesor riset asosiasi dan presiden dan direktur Center for Adolescent Research and Education (CARE) menyarankan saat makan malam setiap anggota keluarga sebaiknya menyimpan barang-barang yang mengganggu seperti smartphone.
Saat makan malam, orangtua bisa membuka obrolan dengan anak terkait aktivitasnya di sekolah, apa ada pengalaman yan menyenangkan di sekolah, bagaimana dengan teman-teman di sekolah dan lain sebagainya. (M-4)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved