Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Usai beberapa waktu lalu berhasil mengambil dua batu bernama 'Montdenier' dan 'Montagnac,' Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kini merilis hasil analisis sampel dari Planet Mars tersebut. Batu yang berasal dari situs atau Kawah Jezero tersebut diperkirakan memiliki komposisi basaltik, yang terbentuk dari aliran lava purba dan menyimpan garis waktu.
NASA sebelumnya telah memperkirakan kawah itu dulunya memang berisi air. Meski belum dapat memberikan prediksi berapa lama air bertahan di situs, bukti ini diperkirakan dapat menjadi petanda kawah purba itu dulunya ialah 'lingkungan berkelanjutan yang berpotensi layak huni.'
Mitch Schulte, ilmuwan yang menjalankan misi kali ini mengatakan, sampel batuan memiliki nilai tinggi untuk analisis laboratorium masa depan di Bumi. Menurutnya, suatu hari para ilmuwan pasti dapat mengetahui urutan waktu dan kondisi lingkungan dengan lebih teliti melalui kandungan mineral dalam batuan ini.
"Ini akan membantu menjawab pertanyaan ilmiah yang menjadi gambaran besar tentang sejarah dan stabilitas air purba di Mars," tuturnya, seperti dilansir dari Dailymail, Senin, (13/9).
Tim Tanah yang berkerja bersama Schulte juga menemukan adanya garam dalam sampel batuan. Kandungan ini diperkirakan terbentuk ketika air tanah mengalir dan mengubah mineral asli dalam sampel, atau mungkin ketika air tersebut menguap hingga kemudian menyisakan garam.
"Mineral garam di dua batu pertama ini kemungkinan juga telah menjebak gelembung air kecil Mars purba. Jika benar-benar ada, mereka dapat berperan sebagai kapsul waktu mikroskopis, yang menawarkan petunjuk tentang iklim purba dan kelayakhunian Mars. Mineral garam di Bumi juga terkenal karena kemampuannya melestarikan tanda-tanda kehidupan purba," imbuh Schulte. (M-4)
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
WAHANA penjelajah milik NASA, Curiosity, kembali membuat temuan penting di Mars.
Rover Curiosity NASA temukan formasi batuan unik menyerupai sisik naga di Mars. Simak penjelasan ilmuwan JPL mengenai siklus air kuno di Planet Merah.
Temuan ini diungkap melalui serangkaian foto terbaru yang memperlihatkan pola poligon aneh menyerupai sisik reptil raksasa yang membatu.
Bercak hitam di Mars kembali jadi sorotan ilmuwan. NASA dan ESA mengungkap fenomena ini kemungkinan dipicu debu kering, bukan aliran air.
hingga saat ini belum teknologi yang mampu untuk menghitung jarak orbit secara presisi untuk mengetahui berapa lama pergi ke planet lain.
Banyak orang mengira bintang benar-benar berkelip atau berubah-ubah cahaya. Namun, faktanya tidak demikian. Dilansir dari laman Online Star Register, efek berkelip tersebut bukan berasal
Ternyata bintang tidak benar-benar berkelip. Fenomena scintillation atmosfer inilah yang menyebabkan cahaya bintang tampak bergetar dan berubah warna.
Perubahan definisi sains umumnya memerlukan perdebatan panjang dan pemungutan suara oleh para ilmuwan dari seluruh dunia, bukan melalui perintah eksekutif.
Suhu permukaannya diperkirakan mencapai 1.900 derajat Celsius, yang cukup panas untuk melelehkan batuan menjadi lautan magma global yang membentang hingga ribuan kilometer
Pada 28 Februari, enam planet akan muncul sesaat setelah matahari terbenam. Enam planet tersebut, yaitu Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved