Mengapa Bintang Berkelip di Malam Hari sementara Planet tidak? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Nadhira Izzati A
06/4/2026 15:50
Mengapa Bintang Berkelip di Malam Hari sementara Planet tidak? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Foto bintang di luar angkasa.(Dok. NASA)

JIKA Anda menatap langit pada malam yang cerah di area yang gelap, bintang-bintang akan tampak berkelip. Fenomena ini begitu ikonik hingga menjadi premis lagu anak-anak populer “Twinkle, Twinkle Little Star”. Namun, secara ilmiah, bintang sebenarnya tidak benar-benar berkelip.

Penyebab Utama Fenomena Kelap-kelip

Kelap-kelip yang kita lihat tidak ada hubungannya dengan kondisi fisik bintang itu sendiri, melainkan hasil dari cara kita melihat mereka dari perspektif Bumi. Karena jaraknya yang sangat jauh, bintang hanya tampak sebagai titik-titik cahaya kecil di langit malam.

Ryan French, seorang fisikawan surya dari University College London, menjelaskan bahwa cahaya bintang harus menempuh perjalanan yang sangat jauh sebelum mencapai mata manusia. "Saat titik cahaya ini mencapai atmosfer, ia melewati lapisan udara yang bergoyang sebelum mencapai mata kita, menyebabkan bintang tersebut tampak berkelip," jelas French.

Udara di atmosfer Bumi terus bergerak secara dinamis; udara panas naik dan bercampur dengan udara dingin. Pergerakan ini menyebabkan cahaya bintang terbiaskan atau berbelok arah secara cepat. Pembiasan yang berubah-ubah inilah yang membuat bintang seolah-olah bergetar, berubah tingkat kecerahannya, atau bahkan tampak berganti warna.

Atmosfer Bumi adalah penyebab utama distorsi cahaya bintang. Inilah alasan mengapa Teleskop Luar Angkasa Hubble dikirim ke orbit bumi—untuk mendapatkan gambar ruang angkasa yang tajam tanpa gangguan turbulensi atmosfer.

Faktor yang Memperkuat Efek Kelap-kelip

Intensitas kelap-kelip sangat dipengaruhi oleh posisi bintang dan kondisi cuaca. Bintang yang berada di dekat cakrawala (horison) akan tampak lebih berkelip karena cahayanya harus menembus lapisan atmosfer yang lebih tebal dibandingkan bintang yang berada tepat di atas kepala.

Selain itu, faktor kelembapan udara juga berpengaruh. Cuaca yang lembap membuat udara menjadi lebih "tebal" dan memperkuat efek pembiasan. Fenomena inilah yang mendasari para astronom membangun observatorium di lokasi yang tinggi dan kering, seperti Gurun Atacama di Chili atau puncak vulkanik di Hawaii, demi mendapatkan kualitas penglihatan (seeing) yang stabil.

Pada bintang yang sangat terang seperti Sirius, pembiasan atmosfer bahkan bisa mengubah tampilan warnanya secara bertahap saat berkelip. Dalam dunia sains, fenomena ini disebut sebagai scintillation atmosfer, yaitu perubahan cepat pada kecerahan atau warna objek langit akibat ketidakteraturan lapisan udara.

Mengapa Planet tidak Berkelip?

Jika Anda memperhatikan langit malam dan menemukan objek terang dengan cahaya yang tenang dan stabil, kemungkinan besar objek tersebut adalah planet. Ada perbedaan mendasar mengapa planet tidak berkelip seperti bintang:

  • Jarak: Bintang sangat jauh sehingga hanya terlihat sebagai "sumber cahaya titik". Gangguan kecil di atmosfer sudah cukup untuk membelokkan titik cahaya tersebut secara drastis.
  • Ukuran Tampak: Planet berada jauh lebih dekat dengan Bumi sehingga bagi mata kita, mereka tampak sebagai "cakram" atau lingkaran kecil, bukan sekadar titik.

Meskipun demikian, planet tetap bisa tampak bergetar jika dilihat melalui teleskop karena cahayanya tetap melewati atmosfer. Planet juga mungkin tampak berkelip jika posisinya sedang rendah di cakrawala, di mana cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang jauh lebih banyak. 

(EarthSky, Space, Sky at Night Magazine/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya