NASA Temukan Batuan Sisik Naga di Mars, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Nadhira Izzati A
25/4/2026 11:09
NASA Temukan Batuan Sisik Naga di Mars, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Pola seperti sisik naga di permukaan Mars.(NASA)

Robot penjelajah NASA, Curiosity, kembali mengejutkan dunia astronomi dengan temuan terbarunya di permukaan Mars. Saat melakukan eksplorasi di lereng Gunung Sharp, rover tersebut menangkap citra formasi batuan dengan tekstur luar biasa yang menyerupai "sisik naga".

Temuan ini didapatkan saat Curiosity bergerak menuju kawah muda bernama Antofagasta. Pola-pola batuan tersebut sekilas tampak seperti sisik reptil raksasa atau kulit naga yang membatu di atas lapisan lumpur purba Mars.

Fenomena Poligon Sarang Lebah

Para ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA menjelaskan bahwa fenomena visual ini sebenarnya adalah ribuan poligon berbentuk sarang lebah yang saling bersilangan. Meskipun pola geometris serupa pernah ditemukan di titik lain, penemuan di Kawah Antofagasta ini menonjol karena skalanya yang sangat masif.

"Kami pernah melihat batuan berpola poligon seperti ini sebelumnya, namun tampaknya tidak pernah sebanyak dan sedramatis ini, membentang di permukaan tanah bermeter-meter," ungkap Abigail Fraeman, ilmuwan planet di JPL.

Info Penting: Tekstur "sisik" yang menonjol kemungkinan terbentuk ketika mineral mengisi retakan kuno dan terbukti lebih tahan terhadap erosi dibandingkan batuan di sekitarnya.

Jejak Siklus Air di Masa Lalu Mars

Kemunculan pola unik ini diyakini menjadi bukti kuat adanya sejarah air di Mars. Di Bumi, pola poligon serupa biasanya terbentuk akibat proses mengembang dan menyusutnya tanah secara berulang, terutama saat tanah basah mengalami fase pengeringan ekstrem.

Ilmuwan menduga pola di Kawah Antofagasta adalah sisa-sisa dari siklus basah-kering yang terjadi jutaan tahun lalu. Berikut adalah proses pembentukannya:

  • Fase Awal: Lumpur basah yang mengering satu kali biasanya membentuk rekahan berbentuk huruf T.
  • Fase Matang: Siklus pengeringan yang terjadi berulang kali mengubah pola tersebut menjadi persimpangan berbentuk huruf Y yang saling terhubung membentuk struktur heksagonal atau sarang lebah.

Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa iklim Mars kuno jauh lebih kompleks dan dinamis, memungkinkan adanya lingkungan yang mendukung kehidupan di masa lalu yang sangat jauh.

Fenomena Pareidolia: Mengapa Terlihat Seperti Naga?

Meskipun ramai diperbincangkan di media sosial sebagai "naga Mars" atau sisa-sisa alien, para ilmuwan menegaskan bahwa ini adalah hasil dari pareidolia. Ini merupakan fenomena psikologis di mana otak manusia cenderung mengenali pola atau bentuk yang dikenal (seperti wajah atau hewan) pada objek acak.

Sebelumnya, Curiosity juga pernah memotret formasi batuan yang menyerupai:

  1. Sarang laba-laba
  2. Karang laut
  3. Objek menyerupai kura-kura

Terlepas dari interpretasi visualnya yang unik, data kimia dan gambar yang dikumpulkan Curiosity menjadi kunci penting bagi peneliti untuk menyusun teka-teki mengenai kapan dan bagaimana air menghilang dari permukaan Planet Merah.

(Live Science/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya