Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Penjelajahan Curiosity kembali mengungkap keunikan permukaan Mars. Kali ini, rover milik NASA tersebut menemukan formasi batuan yang tampak menyerupai sisik naga dalam jumlah besar.
Temuan ini diungkap melalui serangkaian foto terbaru yang memperlihatkan pola poligon aneh menyerupai sisik reptil raksasa yang membatu. Bentuknya yang tidak biasa dan tersusun rapat membuat banyak pihak membandingkannya dengan sisik buaya, bahkan sebagian menyebutnya mirip naga.
Dalam laporan yang dilansir dari Live Science dan blog NASA pada 10 April, formasi batuan ini tidak hanya unik, tetapi juga sangat melimpah. Struktur tersebut terlihat membentang di permukaan Mars hingga “bermeter-meter.”
Para ilmuwan sebenarnya sudah pernah menemukan pola serupa sebelumnya. Namun, kali ini mereka dibuat terkejut oleh jumlahnya yang jauh lebih banyak dari biasanya.
“Banyak batu yang kami lintasi memiliki tekstur luar biasa, ribuan poligon berbentuk sarang lebah yang saling bersilangan di permukaannya,” ujar Abigail Fraeman dari Jet Propulsion Laboratory.
Meski terlihat seperti sesuatu dari dunia fantasi, para peneliti menegaskan bahwa formasi ini bukan berasal dari makhluk hidup, apalagi “naga” atau organisme asing.
Sebaliknya, pola poligon tersebut diduga terbentuk akibat proses geologi alami. Dalam penelitian sebelumnya, bentuk serupa sering dikaitkan dengan pengeringan lumpur basah atau pergerakan kristal es di bawah permukaan Mars.
Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa Mars pernah memiliki air di masa lalu, baik dalam bentuk cair maupun es.
Meski hipotesis awal sudah ada, para ilmuwan masih belum bisa memastikan secara pasti bagaimana formasi terbaru ini terbentuk. Data yang lebih mendalam masih diperlukan untuk mengungkap prosesnya.
Rover Curiosity sendiri telah mengumpulkan berbagai gambar dan data kimia dari lokasi tersebut. Informasi ini diharapkan dapat membantu para peneliti memahami asal-usul tekstur unik tersebut.
“Curiosity telah mengumpulkan banyak gambar dan data kimia yang akan membantu kami membedakan berbagai kemungkinan bagaimana tekstur ini terbentuk,” jelas Fraeman.
Penemuan ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap sejarah geologi Mars. Jika benar berkaitan dengan air, maka formasi “sisik naga” ini bisa menjadi bukti tambahan bahwa Planet Merah pernah memiliki lingkungan yang jauh lebih aktif dibandingkan saat ini.
Sumber: Live Science.
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
NASA mempercepat ambisi ke Bulan lewat proyek MoonFall. Empat drone "hopper" akan dikirim untuk memetakan Kutub Selatan Bulan sebelum pendaratan astronot 2028.
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
NASA telah resmi mengumumkan penugasan empat kru dari tiga agen antariksa berbeda untuk menjalankan misi SpaceX Crew-13.
Rover Curiosity NASA temukan formasi batuan unik menyerupai sisik naga di Mars. Simak penjelasan ilmuwan JPL mengenai siklus air kuno di Planet Merah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved