Fenomena Aneh di Mars, Bercak Hitam Ini Tumbuh dan Menyebar dengan Cepat

N Apuan Iskandar
23/4/2026 21:46
Fenomena Aneh di Mars, Bercak Hitam Ini Tumbuh dan Menyebar dengan Cepat
Garis-garis gelap dan sempit di lereng Mars seperti ini di Kawah Hale disimpulkan terbentuk oleh aliran air musiman di Mars kontemporer.(Dok. NASA)

BERCAK hitam misterius yang muncul di permukaan Mars kembali menjadi sorotan ilmuwan. Dari hasil pemantauan wahana pengorbit milik NASA dan European Space Agency (ESA), area gelap ini diketahui muncul secara musiman lalu meluas ke sekitarnya dalam waktu singkat.

Citra resolusi tinggi dari kamera HiRISE di Mars Reconnaissance Orbiter memperlihatkan pola yang mencolok. Bercak gelap tampak muncul di lereng kawah dan bukit pasir, kemudian berkembang menjadi area yang lebih luas dalam hitungan minggu hingga bulan.

Pada awalnya, fenomena ini sempat dikaitkan dengan recurring slope lineae (RSL), pola gelap yang pernah diduga sebagai jejak aliran air asin di Mars. Namun, studi lanjutan justru menunjukkan bahwa penyebab paling mungkin bukan air, melainkan pergerakan debu kering yang dipicu suhu ekstrem dan hembusan angin.

Tim ilmuwan planet dari United States Geological Survey (USGS) menjelaskan, bercak hitam itu terbentuk saat lapisan debu terang yang menutupi lereng bergeser, lalu menyingkap material lebih gelap di bawahnya. Ketika proses ini terjadi berulang, area gelap terlihat seperti terus tumbuh dan menyebar.

Pemanasan Matahari diduga berperan besar dalam memicu ketidakstabilan lapisan permukaan, terutama saat musim panas di Mars. Dalam kondisi tersebut, partikel debu halus menjadi lebih mudah bergerak dan membentuk pola gelap yang meluas perlahan.

Mars memang punya suhu yang sangat ekstrem. Permukaannya bisa mencapai sekitar minus 125 derajat Celsius pada malam hari dan naik mendekati 20 derajat Celsius di siang hari. Perubahan drastis ini cukup untuk mendorong pergeseran debu halus di lereng-lereng planet tersebut.

Bagi ilmuwan, fenomena ini penting karena menjadi petunjuk tentang kondisi atmosfer, aktivitas angin, dan dinamika geologi Mars yang masih aktif hingga sekarang. Jadi, meski tidak menunjukkan adanya air cair, bercak hitam ini tetap menyimpan informasi penting tentang bagaimana permukaan Mars terus berubah.

Mayoritas penelitian terbaru pun mengarah pada satu kesimpulan: fenomena ini kemungkinan besar bersifat kering. Artinya, Mars saat ini tetap dipandang sebagai planet yang sangat tandus, meski jejak masa lalunya menunjukkan kondisi yang mungkin jauh lebih basah. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya